Temulawak
Temulawak
Temulawak adalah tanaman obat asli Indonesia yang memiliki rimpang besar berwarna kuning oranye, dan dikenal luas dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan hati, pencernaan, serta sebagai penambah nafsu makan. Tanaman ini sering dijadikan bahan utama jamu dan suplemen herbal.
Curcuma zanthorrhiza Roxb.
Temulawak adalah tanaman obat asli Indonesia yang memiliki rimpang besar berwarna kuning oranye, dan dikenal luas dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan hati, pencernaan, serta sebagai penambah nafsu makan. Tanaman ini sering dijadikan bahan utama jamu dan suplemen herbal.
🔁 Sinonim
Curcuma javanica (nama lama yang tidak valid)
Curcuma leucorrhiza
🌱 Habitat
Temulawak tumbuh baik di daerah tropis dengan ketinggian 5–1500 meter di atas permukaan laut. Ia menyukai tanah yang lembap, subur, dan kaya bahan organik. Biasanya ditemukan di pekarangan, ladang, atau hutan tropis sekunder.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis, suhu 20–30°C
Curah hujan: 1500–2500 mm/tahun
Tanah: Gembur, berdrainase baik, pH 5,5–7
Cahaya: Tempat terbuka atau agak terlindung sinar matahari langsung
Kelembaban: Sedang hingga tinggi
🌍 Penyebaran Tanaman
Asli Indonesia, khususnya pulau Jawa
Kini dibudidayakan juga di Malaysia, Thailand, Filipina, dan beberapa negara Eropa dalam skala industri herbal
🗣️ Nama Lokal
Indonesia (umum): Temulawak
Jawa: Temulawak
Sunda: Koneng gede
Bali: Temulawak
Lampung: Temuni
Bugis/Makassar: Temulabak
Inggris: Javanese Turmeric
🌾 Agroekologi
Tumbuh optimal di awal musim hujan
Bisa ditanam tumpangsari dengan jagung atau kacang tanah
Siklus tanam: ±10 bulan hingga panen
🌿 Morfologi
Rimpang
Besar, bercabang, warna kuning oranye terang, aroma khas
Batang semu
Tegak, tersusun dari pelepah daun, tinggi 1–2 meter
Daun
Panjang, lebar, bentuk lanset, hijau cerah
Bunga
Tersusun dalam tandan, warna kuning pucat hingga keunguan, muncul dari pangkal batang
🌱 Budidaya
Persiapan lahan: Dicangkul, dibuat bedengan
Bibit: Potongan rimpang sehat dan tua
Penanaman: Jarak tanam 40×60 cm, kedalaman ±7 cm
Pemeliharaan: Penyiraman, penyiangan, dan pemupukan organik
Panen: Setelah 9–10 bulan; ditandai daun mulai mengering
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Kurkumin (antiinflamasi, antiradang)
Xanthorrhizol (senyawa khas temulawak)
Minyak atsiri
Starch (pati)
Saponin, tanin, flavonoid
💊 Khasiat
Menjaga dan memulihkan fungsi hati
Menambah nafsu makan (terutama anak-anak)
Mengatasi gangguan pencernaan dan perut kembung
Meredakan nyeri sendi dan rematik
Menurunkan kadar kolesterol
Antibakteri dan antiperadangan
Antioksidan dan antikanker (berdasarkan studi praklinis)
🌿 Simplisia
Rimpang temulawak segar atau dikeringkan
Proses: dikupas, diiris tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari/oven
Digunakan sebagai bahan jamu, kapsul herbal, atau teh celup
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Rimpang: untuk ramuan herbal, jamu, suplemen, dan campuran kosmetik tradisional
Daun (terbatas): kadang digunakan untuk ramuan luar atau pelengkap ramuan rebusan
🌿Ramuan Tradisional
Jamu Temulawak Penambah Nafsu Makan & Pembersih Hati:
✅ Bahan-bahan
1. Temulawak segar, 1 ruas besar, Diparut atau diiris
2. Asam jawa, 1 sdm, Penambah rasa segar
3. Gula aren/madu, 1–2 sdm
4. Air matang 300 ml
🍵 Cara Penyajian
1. Rebus temulawak dan asam jawa dalam air selama ±15 menit.
2. Saring air rebusan.
3. Tambahkan gula aren/madu saat hangat.
4. Aduk rata, minum selagi hangat.


