Kamboja Bali
Kamboja Bali
Kamboja Bali adalah pohon kecil atau perdu berbunga harum dari keluarga Apocynaceae, sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman bahkan tumbuh liar di area pemakaman.
Plumeria sp.
Kamboja Bali (Plumeria sp.) adalah tumbuhan tropis gugur dengan batang bergetah putih, daun lebar, dan bunga wangi dengan kelopak 5, berwarna pink, putih, atau kuning , ideal sebagai tanaman hias dan upacara.
🔁 Sinonim
Plumeria acuminata W.T.Aiton
Plumeria acutifolia Poir.
Plumeria angustifolia A.DC.
Plumeria rubra f. acuminata (W.T.Aiton) Woodson
🌱 Habitat
Tumbuh alami di dataran tropis hingga subtropis, sering dijumpai di sekitar pura, pemakaman, dan pekarangan rumah, menempati ketinggian 0–1500 m, tanah gembur dan klimat kering‑sedang.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: tropis/subtropis
Tanah: drainase baik, toleran alkali, tidak tahan genangan saat dormansi
Suhu: suhu ideal >10 °C
Curah hujan: rendah–sedang
Cahaya: sinar matahari penuh
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Amerika Tengah (Meksiko hingga Venezuela), menyebar ke Asia Tenggara sejak abad 16 (Filipina), kini naturalisasi dan populer di Bali, seluruh Asia tropis, Pasifik, Australia, dan Florida.
🗣️ Nama Lokal
Kamboja merah, cempaka, bunga kuburan, bunga surga, Varietas putih di Bali sering disebut “Jepun Bali” dan kuning “Cendana”
🌾 Agroekologi
Toleran kekeringan, media berkadar garam tinggi, cocok untuk taman tropis kering, pagar pura, serta lansekap pekarangan, banyak varietas yang berbunga sepanjang tahun.
🌿 Morfologi
Akar: tunggang, kuat, kedalaman sedang
Batang: bercabang tebal, getah putih, kulit abu‑abu; getah dapat iritasi
Daun: lebar 30–50 cm, mengumpul di ujung cabang, gugur saat kering
Bunga: terminal, diameter 5–7,5 cm, warna pink/putih/kuning, wangi seperti mawar‑jeruk‑kayu manis, mekar pagi & sore, berisi 20–60 biji winged dalam polong ≈17 cm
Buah & biji: polong panjang, biji bersayap
🌱 Budidaya
Perbanyakan: stek batang yang dikeringkan seminggu; pangkas tunas tua; media drainase baik; berikan sinar penuh dan pupuk fosfor tinggi sebelum musim berkembang
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Mengandung >110 senyawa seperti :
Iridoid (fulvoplumierin, plumericin)
Terpenoid
Flavonoid
Alkaloid
Ester lemak
Tanin
Volatile oil (limonene, farnesene, patchoulene)
Sterol (lupeol) dan resin
💊 Khasiat
Antibakteri
Antifungal
Antiinflamasi
Antipyretic
Antidiabetes
Hepatoprotektif
Analgesik
Antispasmodik
Antikanker & diuretik
Secara tradisional digunakan mengobati disentri, TBC, cacingan, abses, luka, bisul, nyeri, edema, wasir, insomnia
Mengobati kencing nanah, bengkak ketika gusi sakit, gonore, rematik, diabetes
🌿 Simplisia
Batang, getah, daun, bunga dikeringkan; rempah parfum & kosmetik; ekstrak bunga untuk teh frangipani dan aroma terapi
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun, bunga, batang, kerap juga getah & akar.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi disentri, TBC, cacingan:
✅ Bahan-bahan
Kulit batang dan daun (≥50 g)
Bunga (20 g)
Air bersih ±1 L
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bersih bahan, potong kecil
2. Rebus dalam 1 L air selama 10–15 menit
3. Saring, minum hangat 2× sehari (pagi & sore)
Sumber Pustaka
- Wikipedia: Plumeria rubra
- Disperkimtan Palangkaraya – “Tanaman Kamboja”
- Sciencedirect – Plumeria rubra L. ethnopharmacological review
- PubMed – cytotoxic bark constituents
- Athaya.co.id – penyebaran & makna budidaya
- Universitas Udayana – ramuan teh frangipani & kosmetik Bali
- Repository UM Surabaya – ketentuan tradisional dan fitokimia
- Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/198


