Pandan Suji
Pandan Suji adalah tanaman herba dari famili Dracaenaceae (atau subfamili Nolinoideae dalam Asparagaceae) yang daunnya digunakan sebagai pewarna hijau alami tanpa aroma kuat.
Nama Latin
Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.
Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb. adalah tanaman perdu dengan daun tajam memanjang dan kaya klorofil, digunakan sebagai pewarna makanan alami.
🔁 Sinonim
– Cordyline fruticose Göpp.
– Cordyline rumphii Hook.
– Dracaena angustifolia var.angustior (Ridl.) Jankalski Maxim.
🌱 Habitat
Tumbuh di area tropis di pekarangan, halaman, kebun rumah, serta area semi-alami; sering dibudidayakan untuk keperluan rumah tangga di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam luas.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: tropis, lembap tapi tidak ekstrem panas
Curah hujan: lembap, tumbuh sepanjang tahun
Tanah: subur, drainase baik, kadar humus cukup
Cahaya: teduh atau matahari tak langsung
Drainase: penting agar tidak tergenang air
🌍 Penyebaran Tanaman
Asal usul kemungkinan dari Asia Tenggara (khususnya Maluku), dibudidayakan secara luas di Indonesia, Malaysia, Vietnam, juga digunakan di Asia Tenggara lainnya; tidak ditemukan sebagai tanaman liar.
🗣️ Nama Lokal
Dikenal sebagai “daun suji” atau “pandan suji” di Indonesia, juga disebut pandan Cina karena tidak beraroma seperti pandan wangi.
🌾 Agroekologi
Tanaman kultivar yang tidak berbuah, berkembang secara vegetatif melalui stek batang atau tunas akar; ideal untuk tumbuh di pekarangan rumah, kebun kecil, maupun potangan.
🌿 Morfologi
Akar: serbaguna, menyebar.
Batang: berkayu ringan, tegak.
Daun: panjang 20–30 cm, lebar ~2–4 cm, memanjang dan runcing, hijau gelap tinggi klorofil.
Bunga/Buah/Biji: jarang berbunga secara alami, reproduksi vegetatif dominan.
🌱 Budidaya
Diperbanyak melalui stek batang atau sulur; penanaman mudah, cukup tanah subur dan penyiraman rutin; bisa dipelihara dalam pot atau langsung di pekarangan.
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Daun tinggi kandungan klorofil (pewarna hijau alami), juga mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, polyphenol, terpenoid, vitamin C.
💊 Khasiat
– Tradisional digunakan sebagai bahan tonik, meredakan batuk, terapi anti-inflamasi, hematologi, peluruh (diuretik), dan pengendali kolesterol, juga digunakan sebagai penolak serangga (seperti kecoak)
– Mengobati disentri, diare, gonore (kencing nanah), meredakan nyeri haid, demam, beri-beri
– Antiinflamasi (antiradang), antioksidan, dan antikanker
🌿 Simplisia
Daun dikeringkan, dibuat bubuk pewarna hijau (powder suji), lebih praktis dan hemat, digunakan sebagai pewarna makanan tradisional dengan konsep nol limbah. terjaga.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun adalah bagian utama yang dimanfaatkan (baik segar maupun kering/bubuk). Batang digunakan sebagai media perbanyakan, bunga jarang dimanfaatkan.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk mengatasi batuk, gangguan pencernaan ringan, dan kolesterol tinggi.
✅ Bahan-bahan
5–10 lembar daun suji segar, 200 ml air dan madu atau gula aren secukupnya jika perlu., opsional madu untuk pemanis.
🍵 Cara Penyajian
Rebus daun suji selama 5–10 menit, saring dan minum 1 gelas per hari (2× sehari) sebagai tonik atau untuk batuk ringan dan kesehatan umum. hangat, 1–2 gelas per hari sesuai kebutuhan., bisa tambahkan madu.
Sumber Pustaka
Specialty Produce: Suji Leaves – informasi kandungan, warna, dan manfaat
Hungry Indo Recipes: Daun Suji (Dracaena angustifolia) sebagai pewarna alami
Herbacore.id: Kandungan fito-kimia dan manfaat kesehatan daun suji
Wikipedia (English & French): Pandanus amaryllifolius artisanal context dan penggunaan sebagai pewangi/repellent (berkaitan sebagai analog pandan)
Jurnal Riset Teknologi Industri: stabilitas pewarna alami dari suji dan pandan
ResearchGate: penggunaan bubuk daun suji sebagai pewarna pangan dan konsep zero‑waste
Post Views: 44