|

Jarak Merah

Jarak Merah

Jarak merah adalah Semak berbunga dari keluarga Euphorbiaceae, memiliki daun sering berwarna ungu saat muda dan menghasilkan buah beracun, biasa digunakan dalam pengobatan tradisional.

Nama Latin Jarak Merah

Jatropha gossypiifolia L.

Jarak merah (Jatropha gossypiifolia L.) adalah semak tegak hingga 2,5–4 m tinggi, dengan daun menjari yang ungu saat muda lalu hijau, dan bunga merah kecil dalam tandan.

🔁 Sinonim

Adenoropium gossypiifolium (L.) Pohl.
Manihot gossypiifolia (L.) Crantz.
Jatropha gossypiifolia var. typica Chodat & Hassl.

🌱 Habitat

Asli dari Amerika tropis (Meksiko hingga Paraguay dan Kepulauan Karibia). Kini menyebar ke tropika rendah (coastal, rumput, tepi sungai) dan sering menjadi semak invasif.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: Tropis rendah dengan musim kemarau jelas
Tanah: Pasir, pasir berhumus, atau tanah berbatu yang berdrainase baik
Cahaya: Sinar penuh hingga teduh ringan
Curah Hujan: 400–1.200 mm/tahun
Drainase: Penting, tidak tahan genangan air
Suhu Toleransi: Sekitar 10–30 °C, toleransi luas

🌍 Penyebaran Tanaman

Berasal dari Amerika tropis, tapi kini tersebar luas di tropik dunia, dianggap invasif di Australia dan beberapa kawasan Afrika.

🗣️ Nama Lokal

Indonesia: Jarak mareh, jarak merah, jarak beremah, jarak hitam, jarak cina
Internasional: Bellyache bush, black physicnut, cotton-leaf physicnut (Inggris)

🌾 Agroekologi

Tahan terhadap kondisi kering dan tanah marginal, tumbuh baik di habitat terbuka. Bisa bermanfaat untuk perlindungan tanah tetapi juga menantang sebagai spesies invasif.

🌿 Morfologi

Akar: Tidak terlalu besar dibandingkan bagian atas tanaman, perbandingan batang–akar meningkat seiring usia
Batang: Simpodial, tanpa dominasi apikal karena cabang berkembang saat reproduksi
Daun: Berbentuk menjari (tertumpu), berwarna ungu dan lengket saat muda, berubah hijau saat dewasa
Bunga: Kecil, merah dengan tengah kuning, muncul berkelompok
Buah: Kapsul berbentuk ceri, beracun
Latex: Ada, digunakan secara tradisional

🌱 Budidaya

Perbanyakan: Melalui biji atau stek
Penanaman: Tumbuh cepat di tanah subur dengan sinar penuh dan drainase baik
Pemeliharaan: Cocok sebagai tanaman hias atau pagar hidup, tetapi perlu pengelolaan karena sifat invasif dan toksis

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Jatropholones A & B
Jatrophatrione
Abiodone
Jatrophone derivatif
Coumarino-lignoid seperti cleomiscosin
Peptida seperti cyclogossine A

💊 Khasiat

Antihipertensi
Antiinflamasi
Antipiretik
Antimikroba
Analgesik
Antidiare & purgatif
Antimalaria
Potensi antikanker dan vasorelaksasi
Digunakan untuk berbagai kondisi kulit
Demam
Infeksi
Nyeri
Gangguan pencernaan

🌿 Simplisia

Daun kering, akar (rebusan), batang, latex digunakan sebagai infus, decoction, maceration.

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Daun, akar, batang, biji, latex.

🌿Ramuan Tradisional

Ramuan untuk Mengatasi demam & infeksi kulit:

Bahan-bahan

3–5 lembar daun muda
Air untuk direbus (200–300 ml)

🍵 Cara Penyajian

1. Daun direbus ±5–10 menit
2. Disaring, diminum hangat atau diaplikasikan sebagai kompres
3. Catatan: Harap digunakan di bawah pengawasan ahli kesehatan karena toksisitasnya

Sumber Pustaka

  • Wikipedia (en) – Jatropha gossypiifolia: deskripsi, habitat, nama lokal, khasiat, penyebaran.
  • Socfindo Conservation
  • Indian medicinal plants info – morfologi, kandungan kimia, praktik tradisional
  • Asia-Medicinalplants.info – fitokimia dan aktivitas farmakologis
  • IJISRT (2020) – review fitokimia & etnomedis J. gossypiifolia
  • Botany Journals (2020) – tinjauan farmakologi dan kegunaan tradisional
  • ChemRj (2021) – aktivitas antimikroba dari ekstrak daun
  • ScienceDirect (2018) – ringkasan penggunaan dan aktivitas biologis
  • Wiley (2014) – review lengkap penggunaan tradisional, fitokimia, dan toksisitasnya

Similar Posts