Buah Nona Merah
|

Buah Nona Merah

Buah Nona Merah

Buah Nona Merah adalah kultivar berwarna merah dari buah-buah dalam genus Annona (fam. Annonaceae) yang menghasilkan buah bersegmen, daging lembut dan manis mirip custard.

Nama Latin Kecombrang

Annona squamosa L.

Annona squamosa L. (varietas/ kultivar merah); tumbuhan ini adalah semak / pohon kecil tropis yang menghasilkan buah bersusun-segmen dengan daging yang lembut dan beraroma.

🔁 Sinonim

Annona asiatica L.
Annona cinerea Dunal.

🌱 Habitat

Tumbuh baik di dataran tropis dan subtropis hangat; sering dibudidayakan di pekarangan, kebun rakyat, dan kebun komersial skala kecil. Tumbuhan ini tahan zona dataran rendah hingga ketinggian sedang dan sering ditemukan pada lahan beriklim tropis kering hingga lembap.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: tropis sampai subtropis hangat; toleran terhadap panas; sensitif terhadap embun beku.
Curah hujan: baiknya ≥700 mm/tahun; tahan kekeringan sedang tetapi produksi buah menurun saat kekeringan panjang.
Tanah: dapat tumbuh di berbagai tekstur tanah (berpasir, liat ringan), tanah harus drainase baik; pH netral sampai sedikit asam/sedikit basa.
Cahaya: memerlukan sinar penuh untuk produksi buah optimal.
Drainase: penting — genangan air berkepanjangan merugikan akar.
Elevasi: dapat tumbuh dari permukaan laut sampai beberapa ratus meter (hingga ~1.500–2.000 m pada lokasi tertentu tergantung iklim).

🌍 Penyebaran Tanaman

Asal: wilayah tropis Amerika (Neotropis / Kepulauan Karibia) — kemudian dibawa ke Asia (diperkenalkan sejak era pelayaran) dan kini banyak dibudidayakan di Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, Thailand), India, Afrika tropis, Amerika tropis, dan pulau-pulau Pasifik. Beberapa kultivar berkulit merah berkembang di daerah tropis sebagai hasil pemuliaan/seleksi lokal.

🗣️ Nama Lokal

Buah Nona, Srikaya (serupa tetapi nama lokal kadang membedakan), Mulwa, Cachiman; varian merah disebut “Buah Nona Merah” / “Srikaya Merah” (nama beragam menurut daerah).

🌾 Agroekologi

Cocok untuk sistem pekarangan, agroforestry skala kecil, kebun rumah, dan pertanaman tumpang sari ringan; adaptif pada iklim tropis hangat dengan musim hujan-kemarau jelas; dapat dipanen beberapa tahun setelah tanam (2–4 tahun tergantung perbanyakan).

🌿 Morfologi

Akar: sistem akar tunggang dengan akar lateral; tidak terlalu dalam pada tanah dangkal.
Batang: pohon kecil hingga sedang (3–8 m), banyak percabangan, kulit batangan cokelat muda.
Daun: sederhana, bertangkai pendek, berbentuk lanset-oblong, permukaan halus.
Bunga: bunga kecil, soliter atau berkelompok pendek (2–4), warna kehijauan-kuning, struktur khas Annonaceae.
Buah: berbentuk bundar-konikal, bersegmen (permukaan berbonggol), ukuran ~5–10 cm (variasi kultivar), kulit kadang hijau sampai merah/ungu pada kultivar merah; daging putih kekuningan, lembut, manis, biji keras berjumlah banyak (variasi sedikit biji pada beberapa varietas).
Biji: keras, cokelat kehitaman; biji banyak dan melekat pada daging.

🌱 Budidaya

Perbanyakan: biji (variabilitas tinggi), stek, cangkok, okulasi untuk menjaga sifat kultivar; kultur jaringan pada program pembibitan modern.
Jarak tanam: pada pekarangan umum 6–8 m antar pohon; untuk sistem intensif bisa lebih rapat dengan pemangkasan.
Pemeliharaan: pemupukan organik + NPK berdasarkan kebutuhan; penyiraman teratur saat kering; pemangkasan untuk pembentukan dan sirkulasi udara; pengendalian hama penyakit lokal (skala kecil).
Panen: buah dipetik saat matang (kulit berubah warna/segmen mulai terpisah) atau setengah matang untuk distribusi.

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Buah, daun, biji dan kulit Annona mengandung berbagai senyawa bioaktif: annonaceous acetogenins (contoh: bullatacin, squamone), alkaloid, flavonoid, polifenol, dan senyawa lainnya — banyak penelitian melaporkan acetogenins terutama di biji dan bagian berkayu.

💊 Khasiat

Menurut penggunaan etnomedik dan studi awal: digunakan untuk antimikroba, anti-inflamasi, antidiabetes, antioksidan, dan beberapa aktivitas antitumor pada ekstrak laboratorium (khususnya ekstrak biji/akar/batang mengandung acetogenins). Namun, bukti klinis manusia terbatas; penggunaan tradisional meliputi dekok daun untuk diare, demam, dll.
Catatan keamanan: beberapa senyawa acetogenin bersifat bioaktif kuat dan dapat berpotensi toksik; konsultasikan tenaga kesehatan sebelum penggunaan medik.

🌿 Simplisia

Daun kering: dapat dibuat simplisia untuk dekok/infus (tradisional).
Biji/akar (tidak untuk konsumsi langsung tanpa pengolahan dan pengetahuan toksikologi) — umumnya tidak direkomendasikan untuk penggunaan rumahan tanpa pedoman ilmiah.

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Buah (makanan, jus), daun (ramuan tradisional/dekok), kulit/akar/akar kayu dalam beberapa pengobatan tradisional dan penelitian farmakologis (biasanya sebagai sumber ekstrak). Biji kadang digunakan untuk bahan insektisida (penelitian), bukan untuk dikonsumsi.

🌿Ramuan Tradisional

Ramuan untuk meredakan diare / gangguan pencernaan (tradisional di beberapa daerah): decoction (rebusan) daun Annona digunakan. (Ini contoh praktik etnomedis tradisional — bukan anjuran medis resmi.)

Bahan-bahan

– 5–10 lembar daun muda Buah Nona (dicuci bersih)
– 500 ml air bersih

🍵 Cara Penyajian

1.Rebus daun dalam 500 ml air hingga tersisa ~200 ml.
2.Saring, dinginkan sedikit, diminum hangat atau suam-suam kuku (sekali minum).

Peringatan: dosis tradisional bervariasi, dan beberapa bagian tanaman (biji, kulit) mengandung senyawa yang perlu kehati-hatian. Konsultasikan tenaga medis sebelum penggunaan untuk pengobatan.

Sumber Pustaka

  1. Annona squamosa — Wikipedia (ringkasan taksonomi, morfologi, sebaran, budidaya). Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Annona_squamosa
  2. Morton, Julia F., Fruits of Warm Climates — entri “Sugar Apple / Annona squamosa” (deskripsi budidaya dan agroekologi). hort.purdue.edu+1 https://hort.purdue.edu/newcrop/morton/index.html
  3. Al Kazman BSM et al., “The Phytochemical Constituents and Pharmacological…” (review, PubMed Central) — ulasan senyawa bioaktif Annona spp. (phytochemistry). PMC https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7598603/
  4. Li XH et al., “Bullatacin, Bullatacinone, and Squamone…”, Journal of Natural Products (contoh acetogenins dari Annona squamosa). PubMed+1 https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2348205/y
  5. Artikel populer/nasional tentang “Buah Nona / Srikaya” (penjelasan lokal, varietas merah) — contoh: LindungiHutan / media lokal yang menjelaskan perbedaan srikaya & nona. kumpara https://lindungihutan.com/blog/manfaat-buah-nona/ https://kumparan.com/felixisdru523/buah-nona-vs-srikaya-serupa-tapi-tak-sama-23MxWSseT0c

Similar Posts