Cempedak
|

Cempedak

Cempedak

Cempedak adalah pohon buah tropis dari family Moraceae, sejenis kerabat nangka dan sukun.Tanaman buah tropis (komoditas hortikultura) — bukan tanaman endemik sempit; umum sebagai tanaman buah dan juga dipakai dalam pengobatan/rumah tangga tradisional.

Nama Latin Kecombrang

Artocarpus integer (Thunb.) Merr.

Artocarpus integer (Thunb.) Merr. (sering pula disebut Artocarpus champeden sebagai sinonim); spesies ini menghasilkan buah yang berdaging beraroma tajam dan sering dimakan segar atau diolah.

🔁 Sinonim

Artocarpus champeden, Artocarpus integrifolius, serta varian penulisan lokal (chempedak, champedak).

🌱 Habitat

Biasanya tumbuh sebagai pohon bawah-tutupan (sub-canopy) di hutan hujan dataran rendah dan sekunder; juga dibudidayakan di kebun dan pekarangan tropis.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: tropis, suhu hangat sepanjang tahun; toleran kelembapan tinggi.
Curah hujan: ideal 1.250–2.500 mm/tahun (toleran pada kisaran tersebut).
Altitude: umumnya 0–500 m (bisa sampai ~1.200 m tergantung populasi lokal).
Tanah: subur, gembur, drainase baik; toleran terhadap tanah yang mengandung silika/aluminium tetapi tidak cocok untuk tanah sangat tergenang permanen (dapat mentolerir genangan sementara).
Cahaya: tumbuh baik di lokasi agak ternaungi sampai terbuka penuh; pada pembudidayaan buah lebih baik mendapat sinar cukup agar berbuah optimal.

🌍 Penyebaran Tanaman

Asal di Asia Tenggara; tersebar luas di Indonesia (termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan), Malaysia (Peninsular), Thailand selatan, dan pula dibudidayakan secara terbatas di beberapa lokasi tropis lain.

🗣️ Nama Lokal

cempedak, chempedak, tjampedak (sebutan lama), champedak; nama daerah lain bervariasi.

🌾 Agroekologi

Cocok untuk agroforestry/penanaman pekarangan di kawasan tropis; berguna sebagai pohon pelindung dan sumber pangan; dapat dimasukkan dalam pola tumpangsari dengan tanaman kebutuhan rumah tangga.

🌿 Morfologi

Akar: sistem perakaran serabut yang relatif luas untuk pohon tropis; dapat membentuk akar serabut kuat (tidak rhizomatik).
Batang: berkayu, diameter sedang hingga besar, kulit relatif halus hingga agak bersisik; pohon cepat tumbuh.
Daun: tunggal, tebal, berwarna hijau; bentuk daun bervariasi antar varietas (ada yang utuh, ada yang berlekuk).
Bunga: bunga berkelamin tunggal pada bonggol (inflorescence sinbilateral khas Artocarpus), pohon menjadikan bunga pada batang dan cabang utama (cauliflory).
Buah: buah majemuk (syncarp) berdaging, kulit luarnya bertekstur agak berlekuk/berbintil, berukuran bisa sedang hingga besar; daging buah berwarna kuning/oranye, beraroma kuat (mirip durian bagi sebagian orang) dan mudah lepas bika biji.
Biji: biji cukup besar, dapat dimakan setelah dimasak (direbus/ditumis/dikukus) atau diolah.

🌱 Budidaya

Perbanyakan: umumnya dari biji (lebih cepat berbuah beberapa tahun), namun stek atau okulasi dipakai untuk mempertahankan sifat kultivar.
Jarak tanam: tergantung tujuan, umumnya 8–12 m antar pohon untuk pohon buah tunggal.
Pemeliharaan: penyiraman pada fase awal, pemupukan organik/majemuk secara periodik, pemangkasan pembentukan dan sanitasi penyakit/hama.
Panen: buah dipanen saat matang; beberapa kultivar matang dalam 3–5 tahun dari penanaman biji (lebih cepat bila cangkok/okulasi).
Hama & penyakit: serangga pemakan buah, lalat buah, dan penyakit jamur pada kondisi lembap; pengendalian umumnya kombinasi sanitasi, perangkap, dan pengelolaan budidaya.

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Penelitian menunjukkan keberadaan fenolik, flavonoid, stilbenoid, terpenoid, triterpenoid, tanin, saponin, dan senyawa aryl-benzofuranone di bagian buah, biji, dan daun; kandungan antioksidan dan beberapa metabolit bioaktif dilaporkan.

💊 Khasiat

Menurut penggunaan tradisional dan beberapa studi laboratorium: aktivitas antioksidan, antibakteri, antiplasmodial/antimalaria (beberapa laporan), antiinflamasi dan potensi antikanker pada penelitian pendahulu; namun bukti klinis pada manusia masih terbatas — penggunaan harus berhati-hati dan tidak menggantikan terapi medis standar.

🌿 Simplisia

Daun kering, kulit (jika ada), dan biji kering dapat dijadikan bahan simplisia; biasanya daun dikeringkan untuk ekstraksi atau ramuan tradisional. (Catatan: standarisasi perlu mengacu pada pedoman farmakope lokal bila diproduksi komersial).

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Buah (daging) — makanan segar atau diolah.
Biji — setelah dimasak bisa dimakan/diolah.
Daun — kadang dipakai dalam ramuan tradisional.
Kulit batang/akar — dalam beberapa catatan etnobotani dipakai untuk tujuan tradisional namun kurang dokumentasi luas.

🌿Ramuan Tradisional

Perhatian: informasi ini bersifat etnobotani/tradisional — bukan resep medis yang terdokumentasi secara klinis.

Ramuan untuk mengatasi gangguan pencernaan / sebagai tonik tradisional (contoh umum di daerah): daun atau ekstrak daun direbus untuk diminum sebagai obat tradisional.

Bahan-bahan

– 5–10 lembar daun cempedak segar (atau 10 g daun kering)
– 500 ml air
– (opsional) madu atau gula secukupnya sebagai pemanis

🍵 Cara Penyajian

– Cuci bersih daun; sobek kasar.
– Rebus daun dalam 500 ml air selama 10–15 menit hingga mendidih dan pekat.
– Saring; minum hangat 1 kali sehari sebagai tonik tradisional.

Peringatan: tidak ada bukti klinis kuat untuk dosis atau keamanan jangka panjang; konsiltasikan ke tenaga medis sebelum pemakaian terapeutik.

Sumber Pustaka

  • Wikipedia — Artocarpus integer (Cempedak). Wikipedia
  • World Agroforestry (ICRAF) — lembar informasi Artocarpus integer (PDF) (biophysical limits & agroekologi). apps.worldagroforestry.org
  • Useful Tropical Plants — Artocarpus integer (morfologi, penggunaan). Tropical Plants
  • Rosa et al., Phytochemical, Antioxidant and Antibacterial Screening of Artocarpus integer (penelitian & laporan kandungan fitokimia). Semantic Scholar
  • Artikel jurnal/konferensi dan review tentang senyawa bioaktif (contoh: laporan 2024 tentang fenolik, stilbenoid, flavonoid pada cempedak). tropicalhealthandmedicalresearch.com+1

Similar Posts

  • |

    Kurma

    Kurma Kurma adalah pohon palma berkayu dari keluarga Arecaceae (palm family) yang menghasilkan buah pangan manis bernama date atau kurma. Nama Latin Kecombrang Phoenix dactylifera L. Phoenix dactylifera L. — spesies palma yang dibudidayakan luas untuk buahnya. 🌿Ramuan Tradisional Ramuan untuk membantu pemulihan energi setelah melahirkan (tradisional) Sumber Pustaka Post Views: 129

  • |

    Bayam Tinta

    Bayam Tinta Bayam Tinta adalah herba besar tahunan dari keluarga Phytolaccaceae. Bayam tinta berasal dari Amerika Utara bagian timur dan Meksiko dan telah diperkenalkan di Eropa, Afrika, dan Asia. Semua bagian tanaman ini beracun terutama beracun bagi anak-anak. Getahnya tajam dan dapat menyebabkan iritasi kulit. Tanaman ini dapat ditanam sebagai tanaman hias, dan dibudidayakan sebagai…

  • |

    Johar

    Johar Johar adalah pohon dari famili Fabaceae yang dikenal karena manfaat obat dan kemampuannya memperbaiki kualitas tanah. Nama Latin Senna siamea (Lam.) H.S. Irwin & Barneby Senna siamea (Lam.) H.S. Irwin & Barneby – merupakan spesies pohon tropis yang cepat tumbuh dan sering digunakan sebagai tanaman obat serta peneduh. 🌿Ramuan Tradisional Ramuan untuk mengatasi sembelit…

  • |

    Lempuyang

    Lempuyang Lempuyang adalah tanaman herba menahun beraroma khas dari famili Zingiberaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional, bumbu, dan sumber minyak atsiri. Nama Latin Lempuyang Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. Lempuyang (Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm.) adalah tanaman rimpang tropis yang tumbuh berumpun, memiliki bunga berbentuk kerucut menyerupai sarang lebah (pinecone), dan dikenal luas…

  • |

    Alkesa

    Alkesa Alkesa adalah pohon buah tropis dari famili Sapotaceae yang menghasilkan buah berwarna oranye-kuning dengan daging padat dan rasa manis, sering dimakan segar atau diolah menjadi minuman dan pencuci mulut. Nama Latin Alkesa Pouteria campechiana (Kunth) Baehni Alkesa (Pouteria campechiana (Kunth) Baehni) adalah spesies Sapotaceae yang dikenal luas sebagai canistel atau eggfruit, pohon tegak, dapat…

  • |

    Alang-Alang

    Alang-Alang Alang-Alang adalah tumbuhan herba menahun dari famili Poaceae (suku rumput-rumputan) yang dikenal sebagai gulma invasif, namun memiliki nilai penting sebagai tanaman obat tradisional dan tanaman konservasi tanah. Nama Latin Alang-Alang Imperata cylindrica (L.) P.Beauv. Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) P.Beauv.) adalah rumput tahunan berimpang yang mampu tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan tropis dan subtropis. 🌿Ramuan Tradisional Ramuan…