Kadaka
Kadaka
Kadaka adalah tumbuhan paku epifit dari famili Aspleniaceae yang dikenal dengan susunan daunnya membentuk roset menyerupai sarang burung sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, penghijauan, dan konservasi ekosistem hutan tropis.
Asplenium nidus L.
Kadaka (Asplenium nidus L.) adalah spesies tumbuhan paku yang tersebar luas di kawasan tropis Asia, Australia, dan Pasifik, tumbuh terutama sebagai epifit pada batang atau cabang pohon tanpa bersifat parasit.
🔁 Sinonim
Asplenium ellipticum (Fée) Copel.
Asplenium ficifolium Goldm.
Asplenium nidus var. plicatum Alderw.
Neottopteris elliptica Fée
🌱 Habitat
Kadaka tumbuh secara alami di hutan hujan tropis yang lembap sebagai tanaman epifit pada batang dan cabang pohon besar, namun juga dapat tumbuh sebagai tanaman terestrial pada tanah yang kaya humus. Tanaman ini banyak ditemukan di kawasan dengan kelembapan tinggi, teduh, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis lembap
Suhu: 18–30°C
Curah hujan: 2.000–4.000 mm/tahun
Cahaya: Teduh hingga cahaya terang tidak langsung (40–70% intensitas matahari)
Tanah: Kaya bahan organik, humus, atau media pakis. pH 5,5–6,8
Drainase: Sangat baik
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia tropis hingga Australasia. Tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Papua Nugini, Australia bagian utara, Kepulauan Pasifik, India, Sri Lanka, hingga Afrika tropis dan Madagaskar. Kini juga banyak dibudidayakan di berbagai negara sebagai tanaman hias.
🗣️ Nama Lokal
Sunda: Pakis sarang burung, Kadaka
Kalimantan: Lokot
🌾 Agroekologi
Kadaka merupakan tanaman yang sangat sesuai dikembangkan pada kawasan konservasi, arboretum, taman botani, dan lanskap tropis. Sebagai tumbuhan epifit, kadaka membantu meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan mikrohabitat bagi serangga, lumut, dan organisme kecil. Tanaman ini juga berperan dalam menjaga kelembapan mikro di lingkungan hutan.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar serabut, berfungsi melekat pada batang pohon atau media tanam. Tidak mengambil nutrisi dari pohon inang (bukan parasit)
Batang: Batang sangat pendek berupa rizoma, tertutup oleh sisik berwarna cokelat tua
Daun: Daun tunggal, membentuk roset menyerupai sarang burung, helaian daun lanset memanjang, panjang 50–150 cm, warna hijau mengilap, tulang daun utama berwarna hitam kecokelatan pada bagian bawah
Spora: Spora dengan sayap tidak beraturan, menebal, berwarna cokelat muda transparan saat segar, berubah menjadi cokelat tua. Sporangium kecil dan bertangkai
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui spora atau kultur jaringan
Penanaman: Memerlukan media tanam yang porous seperti pakis, cocopeat, lumut sphagnum, dan kompos
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Senyawa fenolik
Tanin
Saponin
Terpenoid
Steroid
Alkaloid
💊 Khasiat
Antioksidan, antikanker, antibakteri, dan antivirus
Mempercepat penyembuhan luka
Meredakan demam
Mengurangi peradangan
Mengatasi batuk ringan
Mengurangi nyeri persalinan
Meningkatkan pertumbuhan rambut
Memudahkan persalinan saat melahirkan
mengatasi nyeri dada, bisul, luka, asma, kaki gajah, kelemahan, Mengobati pilek
Penyakit kuning
Malaria
Sariawan
Bersifat depuratif (pembersih darah), sedatif (penenang), kontrasepsi
🌿 Simplisia
Belum terdapat monografi resmi Asplenium nidus dalam Farmakope Indonesia.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun
Seluruh tanaman sebagai tanaman hias
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk meredakan nyeri persalinan:
✅ Bahan-bahan
Daun kadaka secukupnya
Air
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bersih daun kadaka secukupnya
2. Rebus daun hingga mendidih
3. Saring hasil rebusan dan minum selagi hangat
Sumber Pustaka
- Plants of the World Online (Royal Botanic Gardens, Kew) – Asplenium nidus L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:17042070-1
- World Flora Online – Asplenium nidus L. https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0001103489
- Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/748
- International Plant Names Index (IPNI) – Asplenium nidus L. https://www.ipni.org/n/17042070-1
- de Winter, W.P. & Amoroso, V.B. (2003). Plant Resources of South-East Asia (PROSEA): Ferns and Fern Allies. PROSEA Foundation.
- Hoshizaki, B.J. & Moran, R.C. (2001). Fern Grower’s Manual. Timber Press.



