Pakis Jibung
Pakis Jibung
Pakis jibung adalah tumbuhan paku hias dari famili Blechnaceae (menurut klasifikasi Pteridophyte Phylogeny Group) yang memiliki bentuk menyerupai pohon kecil dengan tajuk daun yang rimbun sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman lanskap tropis.
Blechnum gibbum (Labill.) Mett.
Pakis jibung (Blechnum gibbum (Labill.) Mett.) adalah spesies paku yang berasal dari kawasan Pasifik Barat Daya dan dikenal secara internasional sebagai Silver Lady Fern karena helaian daunnya yang tampak anggun dan tumbuh membentuk roset pada ujung batang.
🔁 Sinonim
Blechnum neocaledonicum (Linden & E.Fourn.) Salomon
Lomaria gibba Labill.
Lomaria neocaledonica Linden & E.Fourn.
Oceaniopteris gibba (Labill.) Gasper & Salino
Struthiopteris gibba (Labill.) Ching
🌱 Habitat
Pakis jibung tumbuh secara alami pada hutan hujan tropis yang lembap, lereng pegunungan rendah, tepi sungai, serta kawasan dengan kelembapan udara tinggi. Di habitat aslinya tanaman ini banyak ditemukan di bawah naungan pepohonan dengan tanah yang kaya bahan organik.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis lembap
Suhu: 18–28°C
Curah hujan: 2.000–4.000 mm/tahun
Cahaya: Teduh hingga cahaya terang tidak langsung (±50–70% intensitas matahari)
Tanah: Gembur, kaya humus, banyak bahan organik. pH tanah 5,5–6,8 (agak asam)
Drainase & Air: Sangat baik, tetapi media tetap lembap
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Vanuatu dan Kaledonia Baru (New Caledonia). Saat ini telah dibudidayakan secara luas sebagai tanaman hias di berbagai negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, Australia, Selandia Baru, Fiji, Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa sebagai tanaman pot maupun tanaman lanskap.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Pakis jibung tumbuh optimal pada lingkungan dengan kelembapan tinggi, naungan ringan, serta media tanam yang kaya bahan organik. Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman penghias taman tropis, taman konservasi, rumah kaca, dan tanaman pot karena memiliki bentuk tajuk yang simetris dan perawatan yang relatif mudah.
🌿 Morfologi
Akar: Akar serabut berwarna cokelat kehitaman
Batang: Batang tegak menyerupai batang pohon kecil, tinggi umumnya 30–120 cm. Permukaan batang tertutup sisa pelepah daun berwarna cokelat
Daun: Daun majemuk menyirip, anak daun sempit memanjang dengan tepi bergerigi halus, daun muda menggulung (circinate vernation), ciri khas tumbuhan paku, tajuk daun membentuk roset yang rapi
Bunga: Tersusun dalam kelompok (umbel), berwarna kuning kehijauan. Sangat harum terutama pada sore hingga malam hari.
Mahkota berbentuk bintang dengan lima helai
Spora: Spora tersusun dalam sorus memanjang di bagian bawah anak daun yang fertil
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui pemisahan anakan, spora atau kultur jaringan
Penanaman: Media tanam berupa campuran humus, pakis cincang, kompos, dan pasir
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Senyawa fenolik
Flavonoid
Tanin
Terpenoid
Antioksidan alami
Hingga saat ini belum terdapat profil fitokimia lengkap yang dipublikasikan secara luas khusus untuk spesies Blechnum gibbum.
💊 Khasiat
Pemanfaatan utama pakis jibung adalah sebagai tanaman hias. Dalam beberapa kajian mengenai genus Blechnum, tumbuhan ini dilaporkan memiliki potensi:
Antioksidan
Antimikroba
Antiinflamasi
🌿 Simplisia
Belum terdapat simplisia baku yang diakui dalam Farmakope Indonesia maupun monografi herbal resmi untuk Blechnum gibbum.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Seluruh tanaman sebagai tanaman hias.
🌿Ramuan Tradisional
Hingga saat ini tidak ditemukan dokumentasi yang kuat dalam literatur ilmiah maupun etnobotani mengenai penggunaan tradisional Blechnum gibbum sebagai bahan ramuan obat.
✅ Bahan-bahan
–
🍵 Cara Penyajian
–
Sumber Pustaka
- Plants of the World Online (Royal Botanic Gardens, Kew) – Blechnum gibbum https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:17059040-1
- World Flora Online – Blechnum gibbum https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000163254
- International Plant Names Index (IPNI) – Blechnum gibbum https://www.ipni.org/n/17059040-1
- Pteridophyte Phylogeny Group (PPG I). 2016. A community-derived classification for extant lycophytes and ferns. Journal of Systematics and Evolution, 54(6): 563–603.



