Kupu-kupu Putih
Kupu-kupu Putih
Kupu-kupu putih adalah perdu berbunga hias dari famili Fabaceae dengan daun menjari terbelah dua menyerupai sayap kupu-kupu dan bunga putih harum berdiameter ±8–12 cm.
Bauhinia acuminata L.
Kupu-kupu putih (Bauhinia acuminata L.) adalah perdu dengan daun bilobus khas genus Bauhinia, bunga putih harum, dan buah polong pipih.
🔁 Sinonim
Bauhinia linnaei Ali
Casparia acuminata (L.) Heynh.
Mandarus acuminata (L.) Raf.
Pauletia acuminata (L.) A.Schmitz
🌱 Habitat
Tumbuh di hutan gugur daun, belukar, tepi jalan dan pekarangan, kerap ditemukan di daerah kering sampai agak lembap, termasuk tanah berkapur/berbatu di kawasan Malesia.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropika–subtropika hangat (ditanam luas di tropika basah)
Cahaya: Sinar matahari penuh hingga setengah teduh, berbunga optimal di full sun
Tanah: Subur, gembur, berdrainase baik, kelembapan tanah terjaga, toleran berbagai tipe tanah termasuk agak berkapur
pH tanah: Optimal sekitar 5,6–6,5
Drainase: Baik, menghindari genangan
Ketahanan: Tahan kering sedang setelah mapan, di beberapa daerah dapat bersifat naturalisasi
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia Tenggara (Malaysia, Indonesia—Jawa, Kalimantan/Lesser Sunda—, dan Filipina), kini dibudidayakan luas di daerah tropis dan telah dinaturalisasi di beberapa lokasi (mis. Cape York, Australia).
🗣️ Nama Lokal
Sunda: Panawar saribu
Maluku: Galela
Melayu: Kupu-kupu
Malaysia: Bunga perak, Bunga kertas, Tangkop
Filipina: bambang, kulibambang
🌾 Agroekologi
Sesuai untuk penghijauan pekarangan, pembatas jalan, taman kota bersuhu hangat, dapat tumbuh pada musim kering pendek asalkan ada penyiraman, menarik penyerbuk (serangga). Di beberapa pulau Pasifik dicatat berpotensi invasif bila tidak dikelola (monitor penyebaran biji/polong).
🌿 Morfologi
Akar: Sistem perakaran perdu, tidak berbanir, akar halus menyebar
Batang: Perdu 2–3(–4) m, cabang muda sering tampak zig-zag
Daun: Tunggal, bilobus (terbelah 2 di ujung), 6–15(–20) cm, tangkai 1,5–4 cm
Bunga: Majemuk pendek lateral, putih harum, putik hijau
Buah: Polong pipih, mengering cokelat dan membuka memuntir
Biji: Pipih, keras, beberapa butir/polong
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Biji (sering memerlukan skarifikasi/perendaman hangat untuk mempercepat kecambah) atau setek panjang
Pemeliharaan: Pangkas ringan setelah berbunga untuk merangsang tunas & siklus bunga berikut, pupuk NPK seimbang 2–3×/tahun, jaga drainase baik
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Tanin
Saponin
Alkaloid
Terpenoid/steroid
Glikosida
Antioksidan
Antimikroba
💊 Khasiat
Untuk mengobati masuk angin/batuk
Keluhan pernapasan
Antioksidan
Antimikroba
Antidiare
Hipertensi
Batu kandung kemih
Penyakit kelamin
Penyakit kulit (termasuk kusta)
Luka bakar
🌿 Simplisia
Daun kering, kulit batang kering, atau akar kering dipakai sebagai bahan ramuan tradisional lokal (pengeringan teduh, ventilasi baik, simpan kedap).
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun, bunga (kadang), kulit batang, akar.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi batuk ringan/masuk angin:
✅ Bahan-bahan
Daun B. acuminata kering 1 genggam (~2–3 g)
Jahe segar ±2 cm
Madu 1 sdt
Air 250 ml
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bahan
2. Rebus daun dalam 250 ml air sampai tersisa ±150 ml (10–15 menit)
3. Masukkan irisan jahe 2–3 menit terakhir lalu saring
4. Selagi hangat tambahkan madu
5. Diminum 1×–2×/hari selama 1–3 hari
Sumber Pustaka
- Wikipedia — “Bauhinia acuminata” (ringkasan taksonomi, morfologi, sebaran, status IUCN, dan rujukan ke IUCN/NParks)
- World Flora Online — Bauhinia acuminata L. (deskripsi morfologi & catatan takson)
- Pacific Island Ecosystems at Risk (PIER) — Bauhinia acuminata (catatan naturalisasi/invasivitas & foto)
- Useful Tropical Plants — Bauhinia acuminata (kultur, pH, kebutuhan cahaya/soil)
- GlobinMed — Bauhinia acuminata (nama vernakular kawasan, ringkasan etnobotani)
- eFlora of India — Bauhinia acuminata (ukuran organ & ciri morfologi lapangan)
- IUCN Red List — penilaian status konservasi (via rujukan Wikipedia yang mengarah ke entri IUCN 2020)
- Bassett D., Anderson N. (Univ. of Minnesota) — “Evaluation of Bauhinia acuminata Cultural Requirements” (NC-SARE project notes; perbanyakan & kultur)
- Genus review: Khan et al., 2019 — “A review on phytochemical and pharmacological activities of Bauhinia genus” (gambaran senyawa & aktivitas farmakologi pada genus)
- Rahman et al., 2010 — “Phytochemical screening & biological investigation of B. acuminata” (laporan kandungan umum & aktivitas biologis awal). (Pharmacologyonline, 2010)
- Socfindo Conservation



