Kedondong
Kedondong
Kedondong adalah pohon buah tropis dari famili Anacardiaceae yang menghasilkan buah kaya vitamin C dan banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, obat tradisional, serta penghijauan.
Sumber: PictureThis https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https%3A%2F%2Fwww.picturethisai.com%2Fid%2Fbenefits%2FSpondias_dulcis.html&ved=0CBYQjRxqFwoTCOiiwrzDn5UDFQAAAAAdAAAAABA4&opi=89978449
Sumber: Phoenix Tropicals https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https%3A%2F%2Fwww.phoenixtropicals.com%2Fambarella.html&ved=0CBYQjRxqGAoTCOiiwrzDn5UDFQAAAAAdAAAAABDcAg&opi=89978449
Sumber: Karucha Barucha https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http%3A%2F%2Fkaruchabarucha.blogspot.com%2F2016%2F07%2Fbalonglong-kedongdong.html&ved=0CBYQjRxqGAoTCOiiwrzDn5UDFQAAAAAdAAAAABDwAQ&opi=89978449
Spondias dulcis Parkinson
Kedondong (Spondias dulcis Parkinson) adalah pohon buah tropis berukuran sedang yang dikenal dengan buahnya yang renyah, berair, dan bercita rasa asam hingga manis, serta memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang tinggi di kawasan tropis.
🔁 Sinonim
Chrysomelon pomiferum G.Forst. ex A.Gray
Cytheraea dulcis (Parkinson) Wight & Arn.
Evia acida Blume
Evia amara var. tuberculosa Blume
🌱 Habitat
Habitat alami dan budidaya kedondong meliputi hutan tropis dataran rendah, kebun campuran, pekarangan rumah, lahan pertanian tropis, tepi sungai, daerah pesisir hingga perbukitan. Tanaman ini tumbuh baik pada daerah terbuka dengan penyinaran penuh.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis lembap hingga tropis kering
Suhu: Optimal 22–35°C
Curah hujan: 1.000–3.000 mm/tahun
Tanah: Lempung berpasir hingga lempung liat. Kaya bahan organik. pH 5,5–7,5
Drainase: Baik tidak tergenang
Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh
Ketinggian: 0–800 mdpl, masih dapat tumbuh hingga sekitar 1.000 mdpl
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari kawasan Melanesia dan Polinesia, terutama Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji. Saat ini telah menyebar luas ke Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, India hingga Australia Utara.
🗣️ Nama Lokal
Sunda: Kadondong
Madura: Kedundung
Bali: Kacemcem
🌾 Agroekologi
Kedondong merupakan tanaman yang toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan tropis dan sering ditanam pada sistem agroforestri. Tajuknya yang rindang membantu konservasi tanah, sedangkan bunga dan buahnya menyediakan sumber pakan bagi serangga penyerbuk, burung, dan satwa liar lainnya.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar tunggang kuat
Batang: Batang tegak dengan percabangan teratur, kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan
Daun: Daun majemuk menyirip ganjil, anak daun berbentuk lonjong hingga lanset
Bunga: Bunga kecil berwarna putih krem, tersusun dalam malai, bersifat harum dan menarik serangga penyerbuk
Buah: Bulat dan memiliki dinding lapisan luar yang cukup tipis seperti kulit
Biji: Bulat dan berserat kasar, berwarna putih kekuningan
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melaui biji, stek, cangkok, dan okulasi sambungan
Penanaman: Jarak tanam 6–10 meter. Lubang tanam diberi pupuk kandang matang
Panen: Mulai berbuah pada umur 3–5 tahun. Buah dipanen saat ukuran maksimal dan warna mulai berubah hijau kekuningan
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Vitamin C
Vitamin A
Karotenoid
Flavonoid
Fenolik
Tanin
Serat pangan
Kalsium
Fosfor
Kalium
Zat besi
Antioksidan alami
💊 Khasiat
Meningkatkan daya tahan tubuh
Sumber antioksidan alami
Menjaga kesehatan kulit
Membantu kesehatan mata
Melancarkan pencernaan
Menjaga kesehatan tulang
Mempercepat penyembuhan luka
Mengurangi stres oksidatif
Memelihara saluran pencernaan, disentri
Mengobati sakit tenggorokan
Tekanan darah tinggi
Infeksi mulut
🌿 Simplisia
Daun kedondong segar kemudian cuci bersih dengan air mengalir. Potong-potong daun tersebut lalu keringkan dalam oven dengan suhu ± 50 °C hingga kadar air 10 %. Setelah kering, haluskan daun menggunakan blender hingga menjadi serbuk kasar
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Buah
Daun
Kulit batang
Bunga
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk mengatasi disentri:
✅ Bahan-bahan
5 g kulit kayu kedondong segar
2 gelas air
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci 5 g kulit kayu kedondong segar hingga bersih lalu potong-potong
2. Rebus dengan 2 gelas air selama 25 menit
3. Dinginkan ramuan kemudian saring
4. Minum hasil saringan sekaligus
Sumber Pustaka
- Kew Science – Plants of the World Online (POWO) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:789619-1
- Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/364
- CABI Digital Library – Spondias dulcis https://www.cabidigitallibrary.org
- Purdue University – New Crop Resource Online Program (Ambarella) https://hort.purdue.edu/newcrop/morton/ambarella.html
- Useful Tropical Plants Database – Spondias dulcis https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Spondias+dulcis
- World Agroforestry (ICRAF) – Spondias dulcis https://apps.worldagroforestry.org/treedb2/speciesprofile.php?Spid=1809
- Plants of the World Online (Royal Botanic Gardens, Kew) https://powo.science.kew.org
