|

Walisongo

Walisongo

Walisongo adalah tanaman perdu dari famili Araliaceae, dikenal karena daun majemuknya menyerupai payung dan kemampuannya menyerap polusi udara.

Nama Latin walisongo

Heptapleurum arboricola Hayata

Walisongo (Heptapleurum arboricola Hayata) adalah tumbuhan evergreen setinggi 3–9 m dengan daun majemuk 7–9 helaian yang mengembang mirip payung.

🌱 Habitat

Hutan hujan tropis dan sepanjang pinggiran sungai di ketinggian hingga 900 m, adaptif tumbuh baik sebagai tanaman hias pot dan lanskap.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: tropis/subtropis, suhu ideal 13–27 °C, tidak tahan frost
Curah hujan: lembap, tahan kering setelah mapan
Tanah: subur, drainase baik; beragam dari liat hingga berpasir
Cahaya: terang tidak langsung, serta tahan rendah cahaya
Drainase: penting agar akar tidak membusuk

🌍 Penyebaran Tanaman

Asli dari Taiwan dan Hainan (China), menyebar ke Asia Tenggara, Australia, tropis Amerika (Florida), dan menjadi tanaman hias global.

🗣️ Nama Lokal

Walisongo, pohon payung (umbrella plant), dwarf umbrella tree, tanaman sembilan daun.

🌾 Agroekologi

Cocok untuk penghijauan kota, taman, penyerap polusi, taman dalam ruangan maupun outdoor; bermanfaat bagi psikologi dan lingkungan.

🌿 Morfologi

Akar: tunggang serabut, terkadang menjuntai, ke permukaan tanah
Batang: pohon/perdu tegak, bercabang; kulit hijau kemudian cokelat
Daun: majemuk palematif, 7–9 foliolos, bentuk elips 9–20 cm, mengkilap
Bunga: kecil, umbel/ike raceme, tumbuh di pucuk
Buah & biji: buah kecil hingga kapsul, biji kecil hitam/kuning

🌱 Budidaya

Perbanyakan: melalui biji, stek atau cangkok, tanam di media porous.
Pemeliharaan: penyiraman moderat, tanam di tempat terang tidak langsung, pangkas untuk bentuk rapi.

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Triterpenoid saponin (oleanolic acid derivat)
Lignan (arborlignan A)
Flavonoid
Alkaloid
Steroid
Tanin
Organic acids

💊 Khasiat

Ekstrak daun/batang:
Antifibrotik
Anti-inflamasi
Antioksidan
Antibakteri (khususnya terhadap Bacillus subtilis)
Potensial analgesik, hepatoprotektif, antialergik
Digunakan untuk meredam polusi
Rematik
Luka ringan
Asma
Gatal pada kulit dan borok
Mengatasi mimisan
Melancarkan aliran darah
Meredakan nyeri pada tulang
Sakit tenggorokan

🌿 Simplisia

Daun dan batang dikeringkan/diekstrak sebagai bahan obat herbal atau untuk aroma terapi ruangan.

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Daun dan batang untuk ekstrak obat, rempah, terapi udara.

🌿Ramuan Tradisional

Ramuan untuk Meredakan rematik, gatal, eksim, demam, sakit tenggorokan:

Bahan-bahan

20–50 g daun atau batang segar
300–500 mL air

🍵 Cara Penyajian

1. Cuci bersih dan iris bahan
2. Rebus selama 10–20 menit
3. Saring dan minum hangat 1–2× sehari
4. Untuk penggunaan eksternal, kompres atau oleskan langsung rebusan.

Sumber Pustaka

  • Wikipedia Indonesia – Walisongo (tanaman)
  • Studi Literatur Schefflera arboricola (2023) – BIO‑EDU Jurnal Biologi
  • Flora of China & Missouri Botanic Garden – Habitat & morfologi
  • Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/407
  • PubMed & ScienceDirect – fitokimia & aktivitas biologis
  • Traditional Chinese Medicine records – penggunaan analgesik, sirkulasi darah
  • Housing.com & Herbpathy – manfaat modern untuk rematik dan asma

Similar Posts