Getah Bening
Getah Bening
Getah Bening adalah tanaman semak dari family Euphorbiaceae yang dikenal karena batangnya mengandung getah putih beracun namun bermanfaat dalam pengobatan tradisional.
Euphorbia tithymaloides L.
Getah Bening (Euphorbia tithymaloides L.) adalah tanaman ini dikenal sebagai semak hias yang memiliki getah putih pekat dengan sifat iritan namun digunakan dalam pengobatan luar di beberapa daerah tropis.
🌱 Habitat
Sering ditemukan tumbuh liar atau ditanam sebagai tanaman pagar, di kebun, pekarangan rumah, ladang terbuka, atau area semi-kering beriklim tropis.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis dan subtropis dengan suhu optimal 20–35°C
Curah Hujan: Sedang–tinggi (1.500–2.500 mm/tahun)
Tanah: Gembur, berdrainase baik, berpasir atau lempung, pH netral–sedikit asam
Cahaya: Membutuhkan cahaya matahari penuh atau naungan parsial
Drainase: Baik, tidak toleran genangan
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Amerika Tengah dan Karibia. Kini menyebar luas di wilayah tropis Asia, Afrika, dan Oceania, termasuk Indonesia sebagai tanaman pagar, hias, dan obat tradisional.
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Getah Bening, Ki Putih, Bintang Bening, atau Kitajam, Pohon zig-zag, Zigzag.
🌾 Agroekologi
Dapat tumbuh di dataran rendah hingga 800 mdpl. Tahan kering, cocok sebagai tanaman pagar alami di lahan marginal. Memiliki toleransi tinggi terhadap sinar matahari langsung.
🌿 Morfologi
Akar: Akar serabut, menjalar kuat
Batang: Bulat, beruas-ruas, berwarna hijau kemerahan, bergetah putih pekat
Daun: Tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling, bentuk lanset–oval
Bunga: Bunga majemuk, kecil, berwarna merah–merah muda, muncul di ketiak daun
Buah: Buah kapsul kecil, berbiji
Biji: Kecil, cokelat kehitaman
🌱 Budidaya
Perbanyakan: melalui stek batang; mudah tumbuh jika ditanam di tanah gembur
Penanaman: dilakukan pada awal musim hujan
Pemeliharaan: Pemangkasan rutin untuk membentuk pagar atau rumpun yang rapi
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Resin
Tanin
Flavonoid
Euphol
Saponin dan senyawa iritasi yang bersifat toksik jika digunakan tidak tepat
💊 Khasiat
Dalam pengobatan tradisional, getahnya sering digunakan secara hati-hati sebagai obat luar untuk mengatasi kutil, bisul, kurap, atau infeksi kulit ringan.
🌿 Simplisia
Getah segar dari batang atau daun digunakan sebagai simplisia segar, khusus untuk pemakaian luar.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Batang, daun, dan getahnya digunakan terutama untuk pemakaian luar.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi kutil atau bisul:
✅ Bahan-bahan
Getah segar Euphorbia tithymaloides
Kapas atau kayu kecil untuk mengoleskan
🍵 Cara Penyajian
1. Bersihkan area kulit yang bermasalah
2. Oleskan sedikit getah segar langsung ke kutil atau bisul dengan hati-hati menggunakan kapas
3. Tutup dengan perban jika perlu, ulangi 1–2 kali sehari
4. Peringatan: Hindari kontak dengan mata, mukosa, atau konsumsi oral karena getah bersifat toksik dan iritan.
Sumber Pustaka
- Plants of the World Online — Kew Science: https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:346145-1
- Flora Malesiana Series: https://www.repository.naturalis.nl/record/
- Herbal Monographs — USDA Plants Database: https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=EUTI
- Medicinal Plants of Southeast Asia: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7146124/


