Bunga Pagoda
Bunga Pagoda
Bunga Pagoda adalah tanaman perdu dari keluarga Lamiaceae, terkenal dengan bunga menarik berbentuk malai pagoda.
Clerodendrum japonicum (Thunb.) Sweet
Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum (Thunb.) Sweet) adalah perdu menjulang 1–4 m tinggi, dengan daun besar dan malai bunga merah mencolok.
🔁 Sinonim
Volkameria japonica Thunb.
🌱 Habitat
Tumbuh di sempadan sungai, padang rumput, dan tepi hutan pada ketinggian 100–1 600 m.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: tropis-subtropis, suhu hangat hingga sedang
Curah hujan & kelembapan: sedang hingga tinggi
Tanah: subur, humus, drainase baik
Cahaya: sinar matahari penuh hingga teduh ringan
Drainase: penting untuk menghindari genangan dan pembusukan
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia Timur dan Tenggara (China, Jepang, Korea, India, Asia Tenggara), kini dibudidayakan dan naturalisasi di berbagai wilayah hangat.
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Bunga Pagoda
Jawa: Srigunggu
Bali: Tumbak raja
Jepang: Chirinto
Internasional: Pagoda flower (Inggris)
🌾 Agroekologi
Umumnya digunakan sebagai tanaman penghijauan, restorasi habitat, dan tanaman hias, tumbuh cepat dan cocok untuk area lembab.
🌿 Morfologi
Akar & batang: batang berkayu, empat sisi, dapat mencapai 4–5 m, bercabang banyak
Daun: berhadapan, daun lebar jantung, 8–35 × 6–40 cm, permukaan licin dan pangkal berbentuk hati
Bunga: malai padat (paniculiform), bunga merah hingga putih-merah, aroma lembut, mekar Mei–Juli
Buah & biji: buah berupa nukleus kecil, saat matang berwarna biru tua hingga hitam di kelopak yang membesar
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui stek semi-kayu atau biji
Penanaman: Tanam di tanah gembur yang kaya humus dan jaga kelembapan. Tanaman toleran sinar penuh hingga teduh.
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Mengandung berbagai lignan seperti:
Syringaresinol
Medioresinol
Martinoside
Cytochalasin
Senyawa megastigmadiol
💊 Khasiat
Antikanker
Antiinflamasi
Antimikroba
Sebagai pereda demam
Luka dan gangguan pernapasan (batuk, asma, bronkitis)
Infeksi saluran reproduksi (gonore)
Hematochezia
Epistaksis
🌿 Simplisia
Daun, bunga, dan akar dipanen, dicuci, dikeringkan secara teduh, lalu disimpan dalam wadah gelap untuk diseduh atau dihaluskan.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun, bunga, akar, digunakan segar atau kering sebagai bahan herbal untuk berbagai pengobatan.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi Luka, abses, EMI & hematochezia/gonore:
✅ Bahan-bahan
Bunga/akar
Air
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bersih bunga/akar
2. Rebus bunga/akar
3. Gunakan air rebusan untuk berkumur atau kompres
4. Untuk hematochezia dan gonore, minum rebusan
Sumber Pustaka
- Wikipedia – Clerodendrum japonicum, morfologi, taksonomi, distribusi, penggunaan medis
- Useful Temperate/Tropical Plants – Clerodendrum japonicum, habitat, khasiat & pemulihan lahan
- Antropocene.it – penggunaan tradisional, pengobatan gonore & hematochezia
- PubMed – isolasi kandungan lignan dan cytochalasin
- WellGreen – khasiat respirasi & kulit
- PMC/NCBI – efek antiinflamasi dan analgesik tanaman Clerodendrum


