Purwaceng Gunung
Purwaceng Gunung
Purwaceng gunung adalah herba tahunan berumpun dari famili Asteraceae dengan malai bunga krem-putih pada akhir musim panas–gugur.
Artemisia lactiflora Wall. ex DC.
Purwaceng gunung (Artemisia lactiflora Wall. ex DC.) adalah herba menahun tegak (±0,5–1,5(–2) m) berdaun menyirip-dalam, menghasilkan malai sempit berisi banyak kepala bunga kecil.
🔁 Sinonim
Artemisia lactiflora f. henryana Pamp.
Artemisia lactiflora f. septemlobata (H.Lév. & Vaniot) Pamp.
Artemisia septemlobata H.Lév. & Vaniot
🌱 Habitat
Tepi hutan, semak, tebing/lereng, tepian sungai dan pinggir jalan, dari dataran rendah hingga pegunungan (hingga ±3.000 m).
☀️ Syarat Tumbuh
Tanah: Gembur–subur, kelembapan sedang, berdrainase baik (hindari becek lama)
Ketinggian: 0–3.000 m dpl
Suhu/iklim: Sejuk–sedang, tahan beku
Curah hujan: Memerlukan pasokan air merata sepanjang musim tanam, namun tidak tergenang
Cahaya: Matahari penuh hingga setengah teduh
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia Timur—dari Assam (India timur laut), Tiongkok (termasuk Taiwan), Vietnam, disebut juga tercatat di Jawa, kini dibudidayakan luas sebagai tanaman hias dan sayuran lokal di Asia Tenggara.
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Purwaceng gunung
Internasional: white mugwort (Inggris)
🌾 Agroekologi
Tumbuh baik di lahan berudara sejuk hingga tropis-basah dataran tinggi, cepat membentuk rumpun, toleran pemangkasan, menarik penyerbuk (lebah) saat berbunga.
🌿 Morfologi
Akar: serabut dari pangkal batang/perenial
Batang: tegak, banyak cabang, 0,5–1,5(–2) m
Daun: menyirip 1–2 kali, bertepi bergerigi, permukaan hijau tua
Bunga: kepala bunga kecil krem-putih tersusun malai sempit memanjang
Buah/Biji: buah kecil tipe achene (kering, satu biji)
Fenologi: berbunga Agustus–Oktober (belahan bumi utara)
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji, pembagian rumpun, stek pucuk semi-kayu akhir musim panas
Penanaman: media lempung berhumus, lembap tetapi berdrainase baik, lokasi matahari penuh–setengah teduh
Pemeliharaan: pemangkasan kuntum untuk menjaga vigor
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Polifenol & flavonoid (mis. rutin, quercetin, kaempferol-rutinosida, isovitexin)
Kumarin (7-hidroksikumarin, 7-metoksikumarin)
Lignan (balanofonin)
Peptida (aurantiamide & turunannya)
Serta turunan asam kafeoilquinat
💊 Khasiat
Untuk keluhan haid dan lambung/hati
Meredakan sakit perut
Memperlancar air seni
Anti-inflamasi
Antioksidan
🌿 Simplisia
Herba artemisiae lactiflorae (bagian herba/daun & batang berbunga yang dikeringkan) digunakan dalam sediaan tradisional setempat.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun dan batang muda (sebagai sayur/ramuan), kadang bagian herba berbunga untuk jamu/herbal.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi ketidaknyamanan haid:
✅ Bahan-bahan
Daun/batang muda segar ±10–15 helai (atau 2–4 g kering)
Air 200 ml
🍵 Cara Penyajian
1. Rebus hingga mendidih 5–10 menit, saring
2. Diminum hangat 1× sehari selama 3 hari menjelang/awal haid
Peringatan: hindari pada kehamilan/menyusui atau penggunaan bersama antikoagulan, konsultasikan tenaga kesehatan bila memiliki kondisi medis. (Dirangkum dari sumber etnobotani dan literatur umum, bukti klinis masih terbatas).
Sumber Pustaka
- Kew – Plants of the World Online. Artemisia lactiflora (sebaran & status takson)
- Flora of China (efloras). Artemisia lactiflora — deskripsi morfologi
- PFAF Plant Database. Artemisia lactiflora — habitat, ketahanan USDA, perbanyakan
- Gardenia.net. White Mugwort — kebutuhan tumbuh kebun (tanah, cahaya, drainase)
- Chicago Botanic Garden. Plant Evaluation Notes—Garden-Worthy Artemisias — pemeliharaan (deadheading)
- NParks Singapore. Artemisia lactiflora — penggunaan, morfologi & pangan
- PubMed (2014). “Chemical constituents of Artemisia lactiflora (II)” — daftar senyawa
- MDPI Foods (2023). “Assessment of Polyphenols… in white mugwort” — penggunaan tradisional & pangan di Asia Tenggara
- Socfindo Conservation



