Secang
Secang
Secang adalah perdu/pohon kecil penghasil kayu berpewarna merah dari famili Fabaceae (Caesalpinioideae), lama dimanfaatkan sebagai bahan pewarna dan tanaman obat di Asia tropis.
Biancaea sappan (L.) Tod.
Secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) adalah legum pohon kecil berduri, berdaun majemuk ganda, kayu terasnya menghasilkan zat warna merah (brazilin/brazilein).
🔁 Sinonim
Caesalpinia sappan L.
Caesalpinia angustifolia Salisb.
Caesalpinia sapang Noronha
🌱 Habitat
Hutan sekunder, tepi hutan/tepi jalan, perbukitan batu kapur, umumnya pada ketinggian rendah–menengah.
☀️ Syarat Tumbuh
Tanah: Subur sedang, berdrainase baik, pH ±5–7,5
Ketinggian: Dataran rendah–menengah (umum di perbukitan; ≈0–800 m dpl)
Suhu: Rata-rata tahunan 24–28 °C
Curah hujan: ±700–4.300 mm/tahun (semi-kering hingga lembap tropis)
Cahaya: Bibit baik di naungan ringan, tanaman dewasa butuh matahari penuh
Drainase: Baik, tidak tergenang
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia Selatan–Tenggara, India selatan, Myanmar, Thailand, Indochina, Tiongkok selatan, dan Semenanjung Malaysia, kini dibudidayakan luas di Asia Tenggara (termasuk Indonesia).
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Secang
Aceh: Seupeueng
Manado: Sema
Malaysia: sepang
Thailand: fang / fang daeng
Internasional: Sappanwood/Indian redwood (Inggris)
🌾 Agroekologi
Toleran iklim monsun kering–lembap, memperbaiki tanah melalui fiksasi nitrogen akar, kerap ditanam sebagai pagar hidup/penanda batas.
🌿 Morfologi
Akar: membentuk bintil (simbiotik penambat N)
Batang: berkayu, berduri kait; tinggi biasanya 4–10 m
Daun: majemuk ganda, anak-daun 6–12 pasang/pinna
Bunga: malai terminal, berwarna kuning
Buah: polong agak pipih
Biji: beberapa butir/polong, cokelat tua–kehitaman
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji (rendam 12–24 jam sebelum semai), juga bisa dari setek lunak
Pemeliharaan: Respons baik terhadap coppicing/pemangkasan
Panen: panen kayu untuk pewarna setiap ±6–8 tahun agar teras kayu matang
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Homoisoflavonoid dan komponen pewarna: brazilin (teroksidasi menjadi brazilein), sappanchalcone, sappanone, protosappanin A/B/C, dll
💊 Khasiat
Menjaga kebugaran & menghangatkan tubuh
Antioksidan
Anti-inflamasi
Mengobati diare, sifilis, darah kotor
Buang air besar berdarah
Malaria
Tumor
Katarak
Masuk angin
Potensi antimikroba/antikoagulan
🌿 Simplisia
kayu teras secang yang diserut/ditipiskan lalu dikeringkan.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Kayu teras (paling utama), juga kulit batang, akar, dan biji dalam beberapa praktik etnomedisin.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk menjaga kebugaran & menghangatkan tubuh:
✅ Bahan-bahan
3–5 g serutan kayu secang kering
1 ruas jahe geprek
1 batang kecil kayu manis
2–3 butir cengkeh
250–300 ml air
Pemanis opsional (gula aren/madu)
🍵 Cara Penyajian
1. Rebus semua bahan 10–15 menit hingga air berwarna merah
2. Saring, sajikan hangat
Sumber Pustaka
- Kew/POWO – entri takson: Biancaea sappan (menegaskan nama & keluarga)
- IPNI – Biancaea sappan (otoritas nama)
- Flora of China – Caesalpinia sappan (deskripsi morfologi)
- Socfindo Conservation
- Useful Tropical Plants – Biancaea/Caesalpinia sappan (habitat, budidaya, iklim, pH, curah hujan, coppicing, propagasi)
- CABI Compendium – Caesalpinia sappan (asal & sebaran)
- PROSEA – Caesalpinia sappan (kegunaan kayu & tradisional)
- Molecules (MDPI) – Ulasan komponen bioaktif C. sappan (brazilin, brazilein, protosappanin, dll.)
- Scientific Reports (Nature) – Stabilitas brazilein dari kayu secang sebagai pewarna alami
- Review (PMC) – Sifat farmakologi Caesalpinia sappan


