Bunga Merak
Bunga Merak
Bunga merak adalah semak atau pohon kecil berbunga mencolok dari keluarga Fabaceae (Leguminosae) yang sering ditanam sebagai tanaman hias tropis dan subtropis.
Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.
Bunga merak (Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.) adalah spesies berbunga yang menghasilkan kelompok bunga berwarna cerah dan buah berupa polong, banyak digunakan sebagai tanaman hias dan memiliki catatan pemakaian tradisional dalam berbagai sistem obat.
🔁 Sinonim
Caesalpinia hispida (G.Don) D.Dietr.
Caesalpinia pulcherrima var. insignis Kuntze
Poinciana alata Burm.f.
🌱 Habitat
Tumbuh baik di kawasan tropis dan subtropis, sering ditemukan pada kebun, taman, pagar hidup, lereng kering dan lokasi yang menerima sinar penuh. Toleran terhadap kekeringan ringan ketika dewasa.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis–subtropis; tidak tahan embun beku berat
Curah hujan: Tumbuh baik pada kondisi kering hingga lembap, cocok di daerah dengan musim kering yang singkat
Tanah: Toleran pada berbagai jenis tanah (gembur sampai agak berpasir), menyukai tanah dengan drainase baik
Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh untuk pembungaan optimal
Drainase: Drainase baik penting, tanah tergenang mengurangi kesehatan tanaman
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Bunga merak, Kembang merak, Kembang patra
Internasional: Pride of Barbados, Peacock flower, Red Bird of Paradise (Inggris)
🌾 Agroekologi
Cocok untuk lanskap kering hingga lembap di zona tahan dingin tropis/subtropis, dapat dipakai sebagai pagar hidup, peneduh ringan, atau tanaman aksen. Berbunga hampir sepanjang tahun di iklim tropis, menarik penyerbuk (lebah, kupu-kupu, burung).
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar serabut yang relatif dangkal, mampu beradaptasi pada kondisi tanah berbeda
Batang: Semak atau pohon kecil, bercabang, dapat memiliki sedikit duri/tonjolan, kulit batang halus. Tinggi dewasa bervariasi (hingga 4–6 m tergantung varietas)
Daun: Daun majemuk ganda (pinnate) dengan banyak anak daun kecil, rontok sebagian pada musim kering pada beberapa populasi
Bunga: Tergolong infloresensi malai runcing berwarna merah/oranye/kuning/merah muda, benang sari panjang mencolok, bunga muncul berkelompok dan sangat menarik bagi penyerbuk
Buah: Polong (legume) memanjang, keras, ketika matang polong pecah dan mengeluarkan biji kecil
Biji: Kecil, bulat/ovoid, biasanya tersebar bila polong pecah
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji (mudah berkecambah) atau stek semi-woody untuk mempertahankan sifat varietas
Penanaman: Pilih lokasi berdrainase baik dan sinar penuh, pupuk organik saat tanam membantu pertumbuhan awal
Pemeliharaan: Pangkas untuk membentuk pagar hidup atau menjaga ukuran, relatif tahan hama tetapi perhatikan serangan skala atau kutu daun pada kondisi kelembapan tinggi
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Tanin
Terpenoid
Alkaloid
Fenolik
💊 Khasiat
Untuk demam
Disentri/masalah pencernaan
Batuk
Bronkitis
Sebagai purgatif
Sebagai obat kumur untuk sariawan di mulut dan tenggorokan,
Untuk obat kejang pada anak
Antimikroba
Anti-inflamasi
Antioksidan
Antidiabetik
🌿 Simplisia
Bahan simplisia yang biasa dipakai: daun kering, bunga kering, kulit batang kering, biji kering tergantung pada tradisi lokal.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun, bunga, kulit batang, biji digunakan dalam ramuan tradisional dan ekstraksi fitokimia.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi demam / flu:
✅ Bahan-bahan
Daun segar atau kering C. pulcherrima
Air
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bersih daun segar atau daun kering
2. Rebus daun dalam air sampai mendidih lalu disaring
3. Diminum hangat dalam jumlah kecil
Sumber Pustaka
- Caesalpinia pulcherrima — Wikipedia (ringkasan taksonomi dan sebaran)
- Genus Caesalpinia — Review phytochemical & pharmacological (NCBI / PMC)
- Gardeners’ / Horticulture info — NC State / Gardeners’ Path (budidaya & morfologi praktis)
- Review dan kajian fitokimia/aktivitas biologis (artikel review / ResearchGate / IJRPP dan publikasi jurnal terkait)
- World Flora Online / Plants database (taksonomi, deskripsi morfologi)



