Duku
Duku
Duku adalah salah satu bentuk/varietas dari Lansium domesticum (family Meliaceae), pohon buah tropis yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara.
Sumber fruits-of-world.blogspot.com:https://tse4.mm.bing.net/th/id/OIP._oQmVrTTa5A_29Xmg5NgKwHaKb?cb=12&pid=Api
Sumber Health Benefit Times:https://tse1.mm.bing.net/th/id/OIP.q9f0JDwtX8MrdCwFwN4x6wHaHE?cb=12&pid=Api
Sumber tropical-fruits.blogspot.com:https://tse4.mm.bing.net/th/id/OIP.NoULi66LRNfWHj9-ozEdHQHaHm?cb=12&pid=Api
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: tropis, hangat tanpa frosts; suhu ideal 22–32°C.
Curah hujan: merata atau >1.500 mm/tahun; tahan pada musim lembab, sensitif terhadap genangan.
Tanah: subur, poros/berdrainase baik (latosol, alluvial, podsolik ringan), pH sedikit asam hingga netral.
Cahaya: butuh naungan ringan pada tahap awal; pohon dewasa tumbuh baik pada sinar penuh hingga naungan sedang.
Drainase: penting — tidak tahan genangan/banjir.
(Praktik agroforestry, mulsa, dan kelembapan konstan meningkatkan hasil).
🌍 Penyebaran Tanaman
Asal di wilayah Malesia (Asia Tenggara). Ditanam dan tersebar luas di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina; telah diperkenalkan ke beberapa daerah tropis lain (India, Sri Lanka, Hawaii, Karibia).
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: duku, langsat (tergantung varietas/daerah); Filipina: lanzones; Thailand: langsat; Malaysia: duku/langsat/duku-langsat.
🌿 Morfologi
Akar: sistem akar tunggang dengan akar lateral dan kadang pangkal akar membengkak (buttress) pada pohon besar.
Batang: berkayu, kulit abu-kelabu, bisa bergetah/meniup resin; pohon dapat mencapai 10–30 m di alam liar (lebih kecil pada budidaya). Tropical Plants
Daun: majemuk menyirip ganjil, helaian 6–9; permukaan kadang mengkilap.
Bunga: kecil, sempurna (hermafrodit), biasanya merumpun dan muncul pada cabang besar atau batang (cauliflorous).
Buah: berkelompok (rangsang) berdiameter ~2–4 cm; pada varietas duku buah lebih bulat, daging tebal, kulit agak lebih tebal dan sedikit atau tanpa getah; daging berwarna putih tembus pandang, terdiri dari 1–3 segmen biji (kadang hampir tanpa biji pada kultivar tertentu).
🌱 Budidaya
Perbanyakan: stek, cangkok udara, okulasi/grafting untuk mempertahankan sifat kultivar; tumbuh dari biji tapi waktu berbuah lebih lama.
Jarak tanam: bervariasi (mis. 8 × 8 m atau tergantung sistem agroforestry).
Pemeliharaan: pemupukan organik/NPK sesuai fase, pengairan saat musim kering, pemangkasan untuk membentuk tajuk, pengendalian hama buah (lalat buah, ulat).
Panen: buah dipotong berkelompok; waktu berbuah mulai 3–7 tahun tergantung metode perbanyakan.
💊 Khasiat
Secara tradisional digunakan untuk masalah pencernaan, antidiare, dan sebagai tonik; kulit buah dipelajari untuk aktivitas antioksidan, antibakteri, dan potensi anticancer/antiproliferatif pada beberapa penelitian in vitro. (Catatan: bukti klinis pada manusia terbatas — gunakan informasi ini sebagai referensi etnobotani, bukan rekomendasi medis).
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Buah (daging segar), kulit buah (ekstrak/obat tradisional/potensi insektisida), biji (kadang dimanfaatkan), kayu (konstruksi sederhana), daun (terbatas penggunaan tradisional).
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk mengatasi diare (contoh tradisional): kulit buah dikeringkan dan direbus menjadi dekok atau diseduh.
✅ Bahan-bahan
– kulit buah duku kering ±10–20 g
– air 500 ml.
🍵 Cara Penyajian
Rebus kulit dalam 500 ml air hingga sisa ~200–250 ml; saring; diminum hangat 1–2 kali sehari sampai gejala membaik.
(Resep tradisional bervariasi daerah ke daerah; konsultasikan tenaga kesehatan untuk gangguan serius).
Sumber Pustaka
- Kew — Plants of the World Online: Lansium domesticum. POWO
- Abdallah HM et al., “Lansium domesticum—A Fruit with Multi-Benefits” (review, PMC/NCBI). PMC
- PROSEA / Plant Resources of South East Asia — Lansium domesticum (budidaya & agroekologi). prosea.prota4u.org
- Useful Tropical Plants (theferns.info) — profil morfologi, budidaya, penggunaan. Tropical Plants
- Review PubMed / penelitian phytochemistry dan aktivitas biologis (ringkasan): Mayanti et al. / Lubis et al. (2022) — ringkasan komponennya dan aktivitas farmakologi. PubMed+1
