Cemara Sumatera
Cemara Sumatera
Cemara sumatera adalah pohon konifer hijau abadi dari famili Taxaceae yang tumbuh di hutan pegunungan Asia Tenggara dan dikenal sebagai salah satu spesies yew tropis yang langka.
Sumber: Cainta Plant Nursery
Sumber: iNaturalist https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.inaturalist.org%2Fguide_taxa%2F2351300&psig=AOvVaw1M_CXbyJMeP4wS2ZncOLdn&ust=1773125130139000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCPCJs_-bkpMDFQAAAAAdAAAAABA7
Sumber: Wikipedia https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FTaxus&psig=AOvVaw1M_CXbyJMeP4wS2ZncOLdn&ust=1773125130139000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCPCJs_-bkpMDFQAAAAAdAAAAABAj
Taxus sumatrana (Miq.) de Laub.
Cemara sumatera (Taxus sumatrana (Miq.) de Laub.) adalah spesies pohon konifer dari genus Taxus dalam famili Taxaceae yang tersebar di kawasan Asia Tenggara dan sebagian Asia Selatan.
🔁 Sinonim
Taxus wallichiana Zucc.
🌱 Habitat
Tanaman ini tumbuh di hutan pegunungan tropis, terutama pada hutan montana yang lembap, lereng gunung, serta kawasan hutan dengan kanopi rapat.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Iklim tropis lembap hingga subtropis
Curah hujan: Sekitar 1500–3000 mm per tahun
Ketinggian: ±800–3400 meter di atas permukaan laut
Tanah: Tanah hutan yang subur, kaya bahan organik, dan sedikit asam
pH tanah: Sekitar 5,0–6,5
Cahaya: Tumbuh baik pada kondisi teduh hingga setengah teduh
Drainase: Drainase baik dengan kelembapan tanah tinggi
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sebaran alami : Indonesia (Sumatera dan Sulawesi), Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, India, Nepal. Tanaman ini umumnya ditemukan di kawasan hutan pegunungan dan termasuk spesies yang relatif jarang.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Cemara Sumatera merupakan tanaman konifer yang tumbuh di ekosistem hutan pegunungan tropis dengan kelembapan tinggi dan suhu relatif sejuk. Tanaman ini sering menjadi bagian dari vegetasi hutan montana dan tumbuh lambat.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar kuat dan dalam yang membantu menopang pohon pada lereng pegunungan
Batang: Batang berkayu keras, tegak, dengan tinggi dapat mencapai sekitar 20–25 meter
Daun: Daun berbentuk jarum pipih, berwarna hijau tua, tersusun spiral namun tampak dua baris pada ranting
Bunga: Bunga sangat kecil dan tidak mencolok, tanaman bersifat berumah dua (dioecious) dengan bunga jantan dan betina terpisah
Buah: Buah berupa biji yang diselubungi aril berdaging berwarna merah ketika matang
Biji: Biji keras berbentuk oval yang berada di dalam aril
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melaui biji, stek batang
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Taxane diterpenoid (misalnya taxol/paclitaxel)
Flavonoid
Lignan
Sterol
Alkaloid
💊 Khasiat
Antikanker
Anti-tumor
Anti-inflamasi
Antioksidan
🌿 Simplisia
Simplisia diperoleh dari kulit batang, daun, dan ranting yang dikeringkan
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun
Kulit batang
Ranting muda
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk membantu mengatasi peradangan:
✅ Bahan-bahan
5 gram daun cemara sumatera kering
200 ml air
🍵 Cara Penyajian
1. Rebus daun dalam air selama ±10 menit
2. Saring air rebusan
3. Minum satu kali sehari dalam jumlah kecil
(Catatan: Tanaman dari genus Taxus mengandung senyawa aktif yang kuat sehingga penggunaannya harus sangat hati-hati dan sebaiknya di bawah pengawasan ahli.)
Sumber Pustaka
- Wikipedia – https://en.wikipedia.org/wiki/Taxus_sumatrana
- Plants of the World Online (Kew Science) – https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:262316-1
- World Flora Online – https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000482060
- Flora of China – http://www.efloras.org/florataxon.aspx?flora_id=2&taxon_id=210001873
- PubMed – PubMed – https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16904969/
