Katang-Katang
Ipomoea pes-caprae (L.) R.Br.
Katang-katang (Ipomoea pes-caprae (L.) R.Br.) adalah tumbuhan herba/kambium merambat permanen dengan daun lobus menyerupai jejak kaki kambing, bunga corolla berbentuk terompet, dan berfungsi penting sebagai pionir penstabil pasir pantai.
🔁 Sinonim
Batatas maritima (R.Br.) Bojer
Bonanox orbicularis (Elliott) Raf.
Convolvulus bauhiniifolius Salisb.
🌱 Habitat
Menempel di pantai, pada bagian atas pasir pantai (dune), tahan udara laut, tumbuh di pasir lembap berdrainase baik bahkan yang miskin unsur hara, dapat menjalar di dataran pantai hingga ketinggian sekitar 600 m dpl.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis, sangat tahan terhadap garam, angin pantai, dan kondisi lapangan pasir
Curah hujan: Tidak kritis, tumbuh baik di kondisi lembap alami, tidak butuh kelembapan tinggi
Tanah: Pasir pantai, terkadang berkapur, miskin humus, tanah berdrainase sangat baik
Cahaya: Sinar matahari penuh
Drainase: Sangat baik diperlukan, tidak tahan genangan (implisit dari habitat khas pantai)
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari pantropis—ditemukan di sepanjang pesisir tropis Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia, tersebar di Amerika, Afrika, Asia, Australia, dan pulau-pulau Pasifik.
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Tapak kuda
Bali: Katang-katang
Manado: Batata pantai
Madura: Tangkatang
Maluku: Daun katang
Internasional: Beach morning glory, Horse’s footprint, Goat’s foot creeper, Bay-hops (Inggris)
🌾 Agroekologi
Spesies pionir perintis stabilisasi sand dunes, menjalar cepat, membentuk groundcover padat, efektif menahan erosi pasir dan membentuk habitat awal bagi vegetasi pantai lainnya serta menarik penyerbuk seperti kupu-kupu dan lebah.
🌿 Morfologi
Akar: Akar tunggang dalam, dapat mencapai 1 m atau lebih menembus pasir
Batang: Merambat panjang, sering mencapai puluhan meter
Daun: Ganjil, simpel, tebal (carnose), berdaging, berwarna hijau tua
Bunga: Bunga corolla berbentuk terompet, berwarna ungu-merah muda hingga violet dengan corak lebih gelap di pusat, mekar pagi dan tutup sebelum siang
Buah: Kapsul bulat kecil (≈1–1,5 cm),berisi 4 biji berbulu halus yang mengapung—menyebar melalui arus laut
Biji: Biji kecil berwarna cokelat gelap, berbulu halus untuk dispersal air laut
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji (benih) atau stek batang, efisien untuk revegetasi pantai
Penanaman: Tanam pada jarak sekitar 1 m (3 ft) antar tanaman untuk pengendalian erosi
Pemeliharaan: Tahan terhadap kondisi keras pantai, pemangkasan bisa diterapkan untuk kontrol pertumbuhan di area tertentu
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Steroid
Terpenoid
Alkaloid
Flavonoid
Glikosida khas termasuk pescaprosides (A, B, E, I–IX)
Saponin
Sterol
Fenolik
Tanin
💊 Khasiat
Anti-inflamasi
Analgesik
Anti-edema
Penyembuhan luka
Antirheumatic
Untuk mengobati luka akibat sengatan ikan pari atau ubur-ubur Peradangan
Gangguan pencernaan
Demam
Rematik
Obat sakit gigi dan eksim
🌿 Simplisia
Simplisia biasanya berupa daun dan batang yang dikeringkan (angin-kering) untuk pembuatan infusa, decoction, atau salep/poultice (topikal),.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun (utama), terkadang batang, dan getah (latex) untuk aplikasi topikal atau ramuan.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi eksim:
✅ Bahan-bahan
Akar segar sebanyak 30 g
3 gelas air
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bersih akar segar
2. Rebus akar segar sebanyak 30 g dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas
3. Dinginkan dan saring. Minum setiap hari sampai sembuh
Sumber Pustaka
- Wikipedia – Ipomoea pes-caprae: taksonomi, sebaran, nama umum, fungsi ekologis
- UF/IFAS EDIS – deskripsi morfologi, budidaya, ekologi, penyebaran
- Dokument PDF – karakteristik ekologis dan morfologi (Florida/Amerika)
- Nparks Singapore – etnobotani, morfologi detail, penyebaran
- Review fitokimia & penggunaan tradisional (halophyte review)
- Sciencedirect – penggunaan topikal untuk inflamasi, luka, rheumatic
- FullSpecEnviro – peran ekologis dan nilai medis tradisional
- Lizard Island Resort – ringkasan penggunaan tradisional (Aborigin, Brasil, Filipina)
- Socfindo Conservation


