Kwalot
Kwalot
Kwalot adalah perdu atau pohon kecil dari suku Simaroubaceae yang dikenal memiliki sifat pahit dan banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.
Sumber: iNaturalist https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.inaturalist.org%2Ftaxa%2F184507-Brucea-javanica&psig=AOvVaw3IRcdDuBDOxThKYLN5vSEQ&ust=1759373873391000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCOCr5taEgpADFQAAAAAdAAAAABAj
Sumber: PictureThis https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.picturethisai.com%2Fid%2Fwiki%2FBrucea.html&psig=AOvVaw3IRcdDuBDOxThKYLN5vSEQ&ust=1759373873391000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqGAoTCOCr5taEgpADFQAAAAAdAAAAABCZAQ
Sumber: NParks https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.nparks.gov.sg%2Fflorafaunaweb%2Fflora%2F8%2F3%2F8348&psig=AOvVaw3IRcdDuBDOxThKYLN5vSEQ&ust=1759373873391000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqGAoTCOCr5taEgpADFQAAAAAdAAAAABClAQ
Brucea javanica (L.) Merr.
Kwalot (Brucea javanica (L.) Merr.) adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Simaroubaceae, sering dikenal karena kandungan senyawa quassinoid dan penggunaannya dalam obat tradisional.
🔁 Sinonim
Brucea amarissima (Lour.) Meyen ex Walp.
Rhus bucki-amela Roxb.
Rhus bucku-amela Wall. ex Lindl.
Rhus fastuosa Salisb.
🌱 Habitat
Tumbuhan ini tumbuh di kawasan terbuka, hutan sekunder, pinggir hutan, belukar, kadang di tepi pasir atau kawasan berkapur.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim / temperatur: Iklim tropis hingga subtropis, kelembapan sedang hingga tinggi
Curah hujan: Curah hujan sedang hingga tinggi dan sebarannya merata
Tanah: Toleran terhadap berbagai jenis tanah, tetapi ideal tanah gembur, berdrainase baik, sedikit asam sampai netral
Cahaya: Tumbuh baik di cahaya penuh hingga teduh sebagian, toleran terhadap kondisi terang di tepi hutan
Drainase: Tanah harus cukup drainase agar tidak tergenang air, genangan berkepanjangan dapat merusak akar
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari kawasan Asia tropis (Sri Lanka, India, Indocina), lalu menyebar ke Asia Tenggara hingga Australia. Sebarannya meliputi Sri Lanka, India, Tiongkok selatan, Indocina, Malaysia, Indonesia, Filipina, New Guinea, Australia utara. Di Indonesia dikenal tumbuh di Pulau Jawa, Madura dan ditemui liar di hutan sekunder dan tepi kawasan terbuka.
🗣️ Nama Lokal
Jawa: Kuwalot
Batak: Malur, Buah makasar
Sulawesi: Tambara marica
Sunda: Walot
Lampung: Berul
🌾 Agroekologi
Tanaman ini cenderung tumbuh pada ketinggian dari dataran rendah hingga sekitar 900 m dpl, pada kondisi lembap dan cerah sebagian. Ia mampu beradaptasi pada kondisi hutan sekunder, pinggir hutan, lahan terbuka, dan daerah berkapur atau berpasir ringan.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem perakaran tunggal dan lateral
Batang: Tegak, bulat, berkayu, ranting-ranting muda berbulu halus
Daun: Daun majemuk menyirip ganjil (imparipinnate), terdiri dari 3–15 anak daun, masing-masing anak daun berbentuk ovate-oblong hingga ovate-lanceolat dengan tepi bergerigi. Permukaan daun dan uratnya berbulu halus, terutama bagian bawah
Bunga: Bunga kecil, uniseksual (ada bunga jantan dan betina di satu tanaman = monoik), warna hijau-putih sampai hijau kemerahan atau ungu muda. Bentuk infloresensi berupa panikel atau thyrsus di ketiak daun
Buah: Buah berupa drupe kecil, saat matang berwarna hitam keabu-abuan, permukaan menjadi keriput.
Biji: Biji memiliki selubung tipis dan membran berminyak, warna kekuningan ketika segar
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji (setelah menghilangkan kulit keras) dan juga bisa menggunakan stek kayu matang di media berpasir yang porous
Penanaman: Tanam bibit dengan jarak sesuai kebutuhan (misalnya 2 × 2 m atau lebih tergantung tujuan), jaga kelembapan awal
Pemeliharaan: Pemangkasan ringan untuk pembentukan, pengendalian gulma, perlindungan terhadap kekeringan atau genangan
Panen: Buah dipanen saat matang untuk tujuan obat atau ekstraksi
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Quassinoid (Brusatol, Bruceantin dan Bruceolide)
Triterpenoid
Alkaloid
Flavonoid
Steroid
Tannin
Asam lemak seperti oleic dan linoleic
💊 Khasiat
Antimalaria / anti-Plasmodium
Antiparasit / anti-cacing / anti-ameba / antidiarrhea
Antikanker
Anti-inflamasi
Menurunkan gula darah
Sebagai tonik lambung, obat luka, polip, kutil
Mengobati penyakit dalam
Buang air besar berdarah/buang air kecil berdarah
Malaria
Keputihan
Diare
Disentri
🌿 Simplisia
Simplisia dari tanaman ini biasanya berupa buah kering (Fructus Bruceae), biji, kulit akar, dan bagian tanaman kering lainnya yang disimpan untuk pemrosesan ekstrak atau ramuan tradisional
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Bagian yang sering digunakan antara lain: buah (termasuk biji/pyrenes), akar, batang, daun, dan kulit kayu.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi disenteria / diare / cacingan:
✅ Bahan-bahan
Buah kering (atau biji/pyrenes)
Air
🍵 Cara Penyajian
1. Buah kering (atau biji) dilembutkan atau ditumbuk halus
2. Rebus dalam air, dan air hasil rebusan diminum sebagai obat
Sumber Pustaka
- Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/244
- Wikipedia — Brucea javanica Wikipedia
- “A review of Brucea javanica: metabolites, pharmacology and clinical” (Frontiers) Frontiers
- PubMed / artikel “Major Constituents From Brucea javanica” PMC
- PROSEA – Plant Resources of South East Asia tentang Brucea javanica prosea.prota4u.org
- NParks Singapore (Deskripsi tanaman) Default
- JCU Australia (deskripsi morfologi & ekologi) James Cook University
- GlobinMed — profil tanaman obat globinmed.com
- Artikel penelitian: Brucea javanica oil emulsion & antitumor tcr.amegroups.org
