|

Tikusan

Tikusan

Tikusan adalah perdu atau pohon kecil dari famili Rutaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional di Asia Tenggara karena kaya akan senyawa bioaktif seperti alkaloid, kumarin, dan flavonoid.

Nama Latin Tikusan

Clausena excavata Burm.f.

Tikusan (Clausena excavata Burm.f.) adalah spesies yang pertama kali dideskripsikan oleh Nicolaas Laurens Burman pada tahun 1768 dan merupakan anggota famili Rutaceae yang tersebar luas di Asia tropis dan subtropis.

🔁 Sinonim

Amyris punctata Roxb. ex Colebr.
Amyris sumatrana Roxb.
Clausena excavata var. villosa Hook.f.
Clausena forbesii Engl.

🌱 Habitat

Tikusan tumbuh alami di hutan hujan tropis, hutan sekunder, semak belukar, tepi sungai, lereng bukit, hingga lahan terbuka yang lembap. Tanaman ini mampu beradaptasi pada berbagai tipe tanah selama drainasenya baik.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: Tropis hingga subtropis
Suhu: 22–32°C
Curah hujan: 1.500–3.000 mm/tahun
Cahaya: Matahari penuh hingga naungan ringan
Tanah: Lempung, lempung berpasir, atau tanah berhumus. pH tanah 5,5–7,0
Drainase: Baik, tidak tergenang

🌍 Penyebaran Tanaman

Berasal dari Asia tropis dan subtropis. Tersebar mulai India, Nepal, Bangladesh, Tiongkok bagian selatan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara), Filipina, Papua Nugini, dan Taiwan. Tanaman juga telah diintroduksi ke Seychelles dan Pulau Christmas.

🗣️ Nama Lokal

Sunda: Bajetah
Aceh: Temung
Jawa: Tikusan, Bagal tikus
Jakarta: Salam koja
Minangkabau: Sicerek

🌾 Agroekologi

Tikusan merupakan tanaman pionir yang mudah tumbuh di lahan terganggu maupun hutan sekunder. Bunganya menghasilkan nektar yang menarik serangga penyerbuk, sedangkan buahnya menjadi sumber pakan burung sehingga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

🌿 Morfologi

Akar: Sistem akar tunggang dengan banyak akar lateral
Batang: Perdu atau pohon kecil, batang berkayu dengan percabangan rapat, ditumbuhi bulu halus, berwarna hijau kotor.
Daun: Daun majemuk menyirip ganjil, anak daun 5–15 helai, bentuk lonjong hingga lanset, berwarna hijau tua mengilap, mengeluarkan aroma khas bila diremas karena mengandung minyak atsiri
Bunga: Berukuran kecil, berwarna putih kehijauan, harum, tersusun dalam malai di ujung ranting atau ketiak daun
Buah: Buah buni, bulat, berwarna hijau saat muda dan merah hingga hitam mengilap saat matang, jika dihancurkan mengeluarkan bau asam
Biji: Berjumlah 1-2 per buah, berbentuk bulat telur, berwarna hijau bergaris putih

🌱 Budidaya

Perbanyakan: Melalui biji maupun stek batang
Penanaman: Benih disemai pada media gembur dan lembap

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Alkaloid karbazol (carbazole alkaloids)
Kumarin (coumarins)
Limonoid
Flavonoid
Minyak atsiri
Senyawa fenolik
Sterol
Terpenoid
Xanton

💊 Khasiat

Antioksidan, antibakteri, antijamur, antiinflamasi, antimalaria, antiplatelet, antikanker, anti-HIV
Imunomodulator
Mengobati diare dan disentri
Luka
Darah tinggi
Sakit gigi
Sakit kepala, demam
Obat cacing
Melancarkan buang air kecil
Melancarkan menstruasi

🌿 Simplisia

Simplisia yang digunakan berupa:
Daun kering (Folium Clausenae)
Kulit batang
Akar
Herba (bagian atas tanaman)

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Daun
Kulit batang
Batang
Akar
Bunga
Buah
Ranting muda

🌿Ramuan Tradisional

Ramuan untuk mengatasi diare dan disentri:

✅ Bahan-bahan

9 lembar daun segar tikusan
1 cangkir air mendidih

🍵 Cara Penyajian

1. Cuci bersih daun segar tikusan
2. Potong kecil-keci daun
3. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih tunggu beberapa menit
4. Minum selagi hangat

Sumber Pustaka

Similar Posts

  • |

    Bugle

    Bugle Bugle adalah tanaman herbaceous groundcover dari keluarga Lamiaceae yang biasanya ditanam sebagai penutup tanah dan memiliki bunga ungu-biru mencolok. Nama Latin Bugle Ajuga reptans  L. Bugle (Ajuga reptans  L.) adalah spesies tumbuhan bunga yang tumbuh rendah dengan daun menyebar dan bunga berwarna ungu atau biru yang muncul pada batang pendek di musim semi. 🌿Ramuan…

  • |

    Jeruk Sunkist

    Jeruk Sunkist Jeruk sunkist adalah buah jeruk manis dari keluarga Rutaceae, berupa varietas/jenis sweet orange (Citrus × sinensis) yang dibudidayakan untuk konsumsi segar dan pengolahan. Nama Latin Jeruk sunkist Citrus × sinensis (L.) Osbeck — sweet orange Citrus × sinensis (L.) Osbeck sweet orange, hibrida dari pomelo dan mandarin yang banyak dikultivasi di daerah subtropis…

  • |

    Brotowali

    Brotowali Brotowali adalah tanaman merambat dari keluarga Menispermaceae, terkenal sebagai ramuan obat tradisional tropis. Nama Latin Brotowali Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thomson Brotowali (Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thomson) adalah tanaman rambat berkayu dengan batang berduri lunak dan daun berbentuk hati. 🌿Ramuan Tradisional Ramuan untuk Menurunkan demam & malaria: Sumber Pustaka Post Views: 173

  • |

    Jeruk Purut

    Jeruk Purut Jeruk purut adalah sejenis jeruk aromatik dari famili Rutaceae yang daun dan kulit buahnya beraroma kuat dan banyak dipakai dalam masakan Asia Tenggara. Nama Latin JERUK PURUT Citrus hystrix DC. Citrus hystrix DC., berupa semak atau pohon kecil berduri dengan daun bertipe “double” (mata pisau + petiol bersayap) dan buah kulitnya kasar serta…

  • |

    Kembang Bugang

    Kembang Bugang Kembang bugang adalah semak/tumbuhan perdu berbunga putih serupa kupu-kupu yang termasuk dalam famili Lamiaceae (sebelumnya ditempatkan pada Verbenaceae). Nama Latin Kembang Bugang Clerodendrum calamitosum L. Kembang bugang (Clerodendrum calamitosum L.) adalah spesies Clerodendrum yang tumbuh sebagai semak tahunan/evergreen dengan rumpun daun besar dan tandan bunga putih yang harum, sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan obat…

  • |

    Bambu

    Bambu Bambu adalah tanaman anggota famili Poaceae (Gramineae) yang berbentuk rumpun, tumbuh cepat, berumur panjang, dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, pangan, obat tradisional, serta tanaman konservasi tanah dan air. Nama Latin Bambu Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C.Wendl. Bambu (Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C.Wendl.) adalah salah satu spesies bambu yang paling banyak dibudidayakan di…