Cabai Caplak
Cabai Caplak
Cabai caplak adalah kelompok cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman perdu dari famili Solanaceae yang menghasilkan buah kecil dan sangat pedas serta banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, rempah, dan tanaman obat tradisional.
Capsicum frutescens L.
Cabai caplak (Capsicum frutescens L.) adalah spesies cabai berbentuk herba, subperdu atau perdu kecil yang dapat hidup sebagai tanaman berumur pendek hingga tahunan dan terutama tumbuh pada lingkungan tropis dengan musim kering.
🔁 Sinonim
Capsicum annuum var. conicum Alef.
Capsicum annuum var. conoideum (Mill.) Irish
Capsicum annuum var. frutescens (L.) Alef.
🌱 Habitat
Cabai Caplak dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis, baik sebagai tanaman budidaya maupun sebagai tanaman yang tumbuh secara alami atau ternaturalisasi. Habitatnya antara lain lahan budidaya, lahan terganggu, tepi jalan, tepi hutan, semak belukar, tepian sungai, serta kawasan terbuka. Spesies ini terutama berasosiasi dengan bioma tropis yang memiliki musim kering.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis
Suhu: 18–32 °C, dengan kisaran optimal sekitar 26–28 °C
Curah hujan: 1.000–3.000 mm/tahun
Cahaya: Sekitar 60–70% intensitas cahaya untuk kondisi budidaya yang baik
Tanah: Tanah subur, gembur, kaya bahan organik dan memiliki aerasi yang baik. pH tanah sekitar 6,0–7,0
Drainase: Baik
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Meksiko bagian selatan hingga Amerika tropis. Saat ini spesies tersebut telah tersebar luas melalui budidaya dan naturalisasi di berbagai wilayah tropis dan subtropis dunia. Di Asia, Afrika dan kawasan Pasifik, tanaman ini telah diperkenalkan dan dibudidayakan secara luas.
🗣️ Nama Lokal
Sunda: Cabai rawit, cabe rawit, lombok rawit, cengek
🌾 Agroekologi
Cabai caplak merupakan tanaman herba hingga perdu kecil yang dapat hidup pada lingkungan tropis dan subtropis. Tanaman tumbuh baik pada lahan terbuka dengan cahaya yang cukup, tanah subur dan gembur, serta drainase yang baik. Spesies ini dapat ditemukan pada lahan budidaya maupun habitat terganggu seperti tepi jalan, tepi hutan dan semak. Di beberapa wilayah, tanaman dapat tumbuh pada ketinggian hingga lebih dari 1.000 m dpl.
🌿 Morfologi
Akar: Akar tunggang
Batang: Batang tegak, bercabang banyak, berbentuk bulat hingga agak bersegi dan dapat mengalami sedikit lignifikasi pada bagian yang lebih tua. Batang muda dapat memiliki rambut halus dan umumnya berubah menjadi lebih gundul seiring pertumbuhan
Daun: Daun tunggal dengan tangkai daun. Bentuknya bervariasi dari lanset, bulat telur hingga lonjong, dengan tepi rata dan ujung meruncing. Daun berwarna hijau dan tersusun secara berselang-seling pada batang
Bunga: Bunga muncul pada ketiak daun atau berhadapan dengan daun, biasanya tunggal atau dalam kelompok kecil. Mahkota bunga umumnya putih hingga putih kehijauan, berbentuk seperti bintang dan terdiri atas 5 lobus. Benang sari berjumlah 5 dan kepala sari dapat berwarna kebiruan hingga ungu
Buah: Buah merupakan buah buni (berry) yang umumnya berukuran kecil, berbentuk lonjong hingga kerucut dan sering tumbuh tegak. Buah muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi merah ketika matang
Biji: Biji berjumlah banyak, berwarna kuning hingga kuning-oranye atau kecokelatan, berbentuk pipih, bulat telur hingga hampir membulat dengan permukaan bertekstur/berjaring
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji
Penanaman: Tanam pada tanah yang subur dan kaya bahan organik
Panen: Buah dapat dipanen ketika masih hijau atau setelah matang merah
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Capsaicin
Dihydrocapsaicin
Capsaicinoid lainnya
Flavonoid
Senyawa fenolik
Karotenoid
Asam askorbat/vitamin C
Tokoferol/vitamin E
Triterpenoid
Minyak atsiri
💊 Khasiat
Antioksidan, antiinflamasi, antimikroba dan analgesik
Mengatasi sariawan
Pilek
Encok/rematik
Batuk
Gangguan tenggorokan
Membantu meningkatkan nafsu makan
🌿 Simplisia
Simplisia berupa buah cabai kering yang telah dibersihkan dan dikeringkan.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Buah
Biji
Daun
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk membantu mengatasi pilek:
✅ Bahan-bahan
Cabai rawit matang 2–3 buah
Air hangat secukupnya
Madu secukupnya, bila diperlukan
🍵 Cara Penyajian
1. Cabai dicuci bersih
2. Dihaluskan dan dicampurkan dalam makanan atau minuman hangat dalam jumlah kecil
3. Konsumsi disesuaikan dengan toleransi terhadap rasa pedas
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online. https://powo.science.kew.org/taxon/316959-2
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. https://repository.pertanian.go.id/bitstreams/2accc03f-6eaf-4681-96a8-e18aae9ccac5/download
- Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang – Kementerian Pertanian. https://bbpplembang.bppsdmp.pertanian.go.id/publikasi-detail/1187
- Review ilmiah – Biological Properties, Bioactive Constituents, and Pharmacokinetics of Some Capsicum spp. and Capsaicinoids. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32707790/



