Bidara Upas
Bidara Upas
Bidara upas adalah tumbuhan merambat berumbi dari famili Convolvulaceae yang dikenal sebagai tanaman obat dan memiliki nilai konservasi karena termasuk tanaman yang relatif langka di Indonesia.
Decalobanthus mammosus (Lour.) A.R.Simões & Staples
Bidara upas (Decalobanthus mammosus (Lour.) A.R.Simões & Staples) adalah tumbuhan merambat berumbi (climbing tuberous geophyte) dari famili Convolvulaceae, dengan persebaran alami dari Assam hingga kawasan Indo-Cina dan terutama ditemukan pada bioma tropis yang mengalami musim kering.
🔁 Sinonim
Convolvulus mammosus Lour.
Ipomoea mammosa (Lour.) Choisy
Merremia mammosa (Lour.) Hallier f.
🌱 Habitat
Bidara upas merupakan tumbuhan merambat yang dapat ditemukan di kawasan hutan dan lingkungan terbuka yang memiliki kondisi tropis, serta dapat tumbuh pada daerah yang mengalami periode kering. Di Indonesia, tanaman ini juga dibudidayakan di pekarangan dan sekitar pagar sebagai tanaman obat maupun untuk memanfaatkan umbinya.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis dan hangat
Suhu: 20–30 °C
Curah hujan: 1.500–3.000 mm/tahun, dengan periode kering yang tidak terlalu panjang
Cahaya: Matahari penuh
Tanah: Tanah gembur, kaya bahan organik, bertekstur lempung berpasir hingga lempung, dan memiliki aerasi yang baik. pH tanah sekitar 5,5–7,0
Drainase: Baik
🌍 Penyebaran Tanaman
Bidara upas dari Assam, Bangladesh, Myanmar, Thailand hingga Vietnam. Tanaman ini juga telah diperkenalkan ke beberapa wilayah, termasuk Kepulauan Andaman dan Maluku. Di Indonesia, Bidara Upas telah dibudidayakan terutama sebagai tanaman obat dan sumber pangan dari bagian umbinya. Literatur Indonesia melaporkan keberadaannya antara lain di Jawa, Bali, Maluku dan Madura, serta beberapa daerah lainnya.
🗣️ Nama Lokal
Ambon: Hailale
Jawa: Blanar, Widara upas
🌾 Agroekologi
Bidara upas merupakan tanaman tahunan berbentuk herba merambat atau membelit yang berkembang dari organ umbi di dalam tanah. Tanaman dapat memanjat atau merayap dengan panjang sekitar 3–6 m. Pertumbuhan optimal didukung oleh kondisi tropis, cahaya matahari yang cukup, tanah gembur, serta drainase yang baik. Tanaman mampu membentuk umbi berukuran besar apabila tumbuh pada tanah yang tidak tergenang.
🌿 Morfologi
Umbi: Umbi berkumpul di dalam tanah, mirip ubi jalar. Warna kulit umbinya kuning kecokelatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi cokelat
Batang: Batang berupa batang herba merambat atau membelit, berukuran relatif kecil, berwarna agak gelap dan permukaannya relatif licin
Daun: Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, dengan tepi rata dan ujung meruncing. Daun berwarna hijau tua
Bunga: Bunga berbentuk seperti lonceng dan berwarna putih. Perbungaan tersusun seperti payung bercabang dengan sekitar 1–4 bunga
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui stek batang, dan umbi atau potongan umbi yang dapat ditanam untuk menghasilkan tanaman baru
Penanaman: Gunakan tanah yang gembur dan memiliki drainase baik. Karena tanaman bersifat merambat, penyediaan para-para atau rambatan dapat membantu pertumbuhan vegetatif dan memudahkan pemeliharaan
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Senyawa fenolik
Kuinon
Triterpenoid
Steroid
Zat oxydase (getahnya)
💊 Khasiat
Menurunkan demam
Mengobati batuk, gangguan tenggorokan
Gangguan saluran pernapasan
Gangguan pencernaan
Disentri
Luka bakar
Pembengkakan
Radang usus buntu
Tifus
Sembelit
Buang air besar darah dan lendir
Muntah darah
Sifilis (lues)
Batu kantung kemih atau kencing batu
Digunakan dalam terapi pengobatan kanker
🌿 Simplisia
Simplisia yang secara historis dikenal untuk bidara upas adalah Merremiae Tubera, yaitu simplisia berupa irisan umbi/umbi akar bidara upas. Dalam beberapa penelitian, umbi dibersihkan, dikupas, dipotong kecil, kemudian dikeringkan dan dibuat menjadi serbuk sebelum dilakukan ekstraksi.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Umbi
Akar
Getah/air perasan umbi
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk mengobati diabetes:
✅ Bahan-bahan
100 g akar/umbi bidara upas yang telah dibersihkan
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bahan hingga bersih
2. Parut hingga halus
3. Peras menggunakan kain bersih
4. Air perasan diminum pada pagi hari sebelum makan
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online (POWO)
- Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/1085
- Cahyaningsih, R., Hidayat, S. & Hidayat, E. (2017). Perbanyakan Vegetatif Bidara Upas (Merremia mammosa (Lour.) Hallier f.) Kebun Raya Bogor. Berita Biologi, 16(2).
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia – Repository Pertanian. Literatur mengenai konservasi tanaman obat, termasuk Bidara Upas (Merremia mammosa). https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/67498d87-5cbd-41b5-90a8-a28667226b77/content


