Jahe Gajah
Jahe Gajah
Jahe gajah atau jahe putih besar merupakan salah satu tipe jahe yang dikenal di Indonesia berdasarkan ukuran dan karakter rimpangnya yang berukuran besar, gemuk, dan berwarna putih kekuningan. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae.
Zingiber officinale var officinale
Jahe gajah (Zingiber officinale var officinale) adalah merupakan tipe budidaya dari spesies Zingiber officinale Roscoe, varietas jahe dengan ukuran rimpang yang besar, gemuk, dan memiliki rasa yang kurang pedas dibanding jenis jahe lainnya.
🔁 Sinonim
–
🌱 Habitat
Jahe secara umum tumbuh pada lingkungan tropis dan subtropis yang hangat dan lembap. Habitat alaminya diperkirakan berkaitan dengan lantai hutan tropis, sedangkan saat ini tanaman lebih banyak ditemukan sebagai tanaman budidaya. Jahe dapat tumbuh pada kondisi agak teduh hingga mendapatkan cahaya yang cukup, dengan tanah subur, gembur, kaya bahan organik dan memiliki drainase baik.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis, hangat dan lembap
Suhu: Sekitar 20–30 °C
Curah hujan: 2.500–4.000 mm/tahun
Cahaya: Cahaya cukup hingga matahari penuh, sekitar 70–100% intensitas cahaya
Tanah: Subur, gembur, kaya bahan organik dan mudah diolah. pH tanah sekitar 5,5–7,0
Drainase: Baik, tidak boleh terjadi genangan
🌍 Penyebaran Tanaman
Jahe gajah dipercaya berasal dari Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di
India dan Cina. Jahe gajah ditemukan dalam keadaan terbudidaya serta tidak ditemui di alam liar.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Jahe gajah sesuai dikembangkan pada agroekosistem tropis yang hangat, lembap dan memiliki ketersediaan air cukup. Tanaman dapat tumbuh dari dataran rendah hingga daerah pegunungan, dengan kondisi yang baik untuk jahe gajah sekitar 500–950 m dpl. Pertumbuhan rimpang optimal membutuhkan tanah yang subur, gembur, kaya bahan organik, memiliki aerasi dan drainase baik serta tidak tergenang. Jahe membutuhkan cahaya yang cukup selama pertumbuhan dan pembentukan rimpang.
🌿 Morfologi
Akar: Berbentuk rimpang, rimpangnya berukuran paling besar dibandingkan jahe emprit dan jahe merah, berbentuk gemuk, bercabang dan berbuku-buku. Kulit rimpang berwarna cokelat muda hingga kekuningan, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih kekuningan
Batang: Batang sejati berupa rimpang yang berada di dalam tanah, sedangkan bagian yang terlihat di atas permukaan tanah merupakan batang semu (pseudostem) yang terbentuk dari pelepah daun yang tersusun rapat
Daun: Daunnya tunggal, tersusun berseling pada batang, berbentuk lanset hingga linear-lanset, berwarna hijau dan memiliki pertulangan sejajar
Bunga: Bunga tersusun dalam perbungaan berbentuk bulir yang muncul dari pangkal tanaman. Bunganya berwarna kekuningan atau kuning pucat dengan bagian tepi atau bibir bunga yang dapat berwarna keunguan
Buah: Buah jahe berupa kapsul dan pembentukannya relatif jarang pada tanaman budidaya
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui rimpang dari induk berkualitas
Penanaman: Lahan sebaiknya dibuat dalam bentuk bedengan atau guludan untuk meningkatkan drainase. Tanah diberi bahan organik yang cukup sebelum penanaman
Panen: Jahe gajah dapat dipanen sebagai jahe muda sekitar 4–5 bulan setelah tanam atau sebagai jahe tua sekitar 8–12 bulan, tergantung tujuan produksi dan kondisi budidaya
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
6-Gingerol
Gingerol lainnya
Shogaol
Zingerone
Gingerdiol
Paradol
Minyak atsiri
Zingiberene
β-Sesquiphellandrene
Terpenoid
Diarylheptanoid
💊 Khasiat
Membantu meredakan mual
Keluhan pencernaan ringan seperti kembung dan perut bergas
Flu biasa
Menambah nafsu makan
Nyeri sendi ringan
🌿 Simplisia
Simplisia jahe berupa rimpang jahe yang telah dibersihkan, dirajang dan dikeringkan. Rimpang kering dapat digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dalam bentuk rajangan, serbuk atau ekstrak.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Rimpang
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk membantu meredakan mual ringan:
✅ Bahan-bahan
Rimpang jahe gajah segar ± 2–3 cm, dicuci bersih
Air ± 250 ml
Madu secukupnya, bila diperlukan
🍵 Cara Penyajian
1. Jahe dicuci bersih dan dimemarkan atau diiris tipis
2. Rebus dengan ±250 ml air selama sekitar 5–10 menit
3. Saring air rebusan
4. Biarkan hingga hangat, kemudian dapat ditambahkan madu secukupnya
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online (POWO). https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:798372-1/
- European Medicines Agency (EMA) – Zingiberis rhizoma. https://www.ema.europa.eu/en/medicines/herbal/zingiberis-rhizoma
- Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang – Mengenal Jenis Jahe. https://bbpplembang.bppsdmp.pertanian.go.id/publikasi-detail/1152
- Jurnal Agronomi Indonesia – Institut Pertanian Bogor (IPB). Referensi mengenai perbanyakan dan budidaya jahe varietas gajah. https://journal.ipb.ac.id/jurnalagronomi/article/view/1523


