Kaliandra Merah
Kaliandra Merah
Kaliandra merah adalah perdu atau pohon kecil dari famili Fabaceae yang tumbuh cepat, memiliki bunga merah mencolok seperti sikat dan banyak dimanfaatkan dalam sistem agroforestri, sebagai pakan ternak, kayu bakar, tanaman penutup tanah serta tanaman penghijauan.
Calliandra houstoniana var. calothyrsus (Meisn.) Barneby
Kaliandra merah (Phaseolus lunatus L.Calliandra houstoniana var. calothyrsus (Meisn.) Barneby) adalah nama varietas yang digunakan dalam literatur sebelumnya untuk kaliandra merah dan saat ini diperlakukan oleh Kew/POWO sebagai sinonim dari Calliandra calothyrsus Meisn., spesies perdu/pohon kecil dari famili Fabaceae.
🔁 Sinonim
Anneslia calothyrsa (Meisn.) Kleinhoonte
Calliandra calothyrsus Meisn.
Anneslia confusa (Sprague & L.Riley) Britton & Rose
🌱 Habitat
Kaliandra merah secara alami tumbuh pada hutan tropis lembap dan sublembap, tepi sungai, kawasan hutan yang terganggu, pinggir jalan serta lahan terbuka. Tanaman dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap tanah yang kurang subur dan agak masam.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis lembap hingga sublembap
Suhu: 22–28°C
Curah hujan: 700–4.000 mm/tahun, dengan pertumbuhan terbaik sekitar 2.000–4.000 mm/tahun
Cahaya: Matahari penuh, tidak tahan terhadap naungan berat
Tanah: Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi lebih menyukai tanah bertekstur ringan dan agak masam. pH tanah sekitar 4,5
Drainase: Baik, tidak tahan terhadap genangan air
🌍 Penyebaran Tanaman
Kaliandra merah berasal dari Amerika Tengah, terutama dari Meksiko bagian selatan hingga Panama. Tanaman kemudian diperkenalkan ke berbagai wilayah tropis. Di Indonesia, kaliandra diperkenalkan dari Guatemala ke Jawa pada tahun 1936 dan kemudian berkembang luas sebagai tanaman agroforestri. Saat ini tanaman juga dibudidayakan di berbagai wilayah Asia Tenggara, Afrika, Australia, Amerika Latin dan beberapa kepulauan Pasifik.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Kaliandra merah merupakan perdu atau pohon kecil yang tumbuh cepat dan dapat bersifat hijau sepanjang tahun pada daerah lembap atau semi-gugur daun pada daerah dengan musim kemarau panjang. Tanaman mempunyai kemampuan membentuk asosiasi dengan mikroorganisme tanah sehingga berperan dalam fiksasi nitrogen dan peningkatan kesuburan tanah. Kaliandra banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pagar, tanaman konservasi tanah, pengendali erosi, pupuk hijau, sumber pakan ternak, tanaman pelindung dan sumber kayu bakar.
🌿 Morfologi
Akar: Akar tunggang dengan banyak akar lateral/serabut
Batang: Berbentuk silindris, bercabang banyak dan tidak berduri. Kulit batang berwarna putih keabu-abuan hingga merah kecokelatan
Daun: Daun berwarna hijau, bipinnate (daun majemuk menyirip ganda), berselang-seling, helaian daun linier dan tepi rata
Bunga: Bunga majemuk dalam tandan, bunganya berbentuk mangkuk dengan lima kelopak yang tersusun teratur. Banyak sekali benang panjang berwarna merah keluar dari atas mangkuk bunga. Benang-benang ini tersambung ke dalam tabung di pangkal bunga, yang panjangnya sedikitnya dua kali dari panjang bunga
Buah: Buah berupa polong pipih berbentuk memanjang. Polong berubah menjadi cokelat ketika matang dan membuka secara elastis untuk melepaskan biji
Biji: Biji oval, pipih, sudah matang berbintik hitam dan cokelat, dan terdapat tanda yang khas berbentuk ladam kuda pada kedua permukannya yang rata
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji (benih) dan secara vegetatif dari semai muda yang sukulen atau dari tunas akar.
Penanaman: Bibit ditanam pada lokasi yang mendapat matahari penuh, dengan tanah yang memiliki drainase baik
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Tanin
Saponin
Alkaloid
Steroid
Tokoferol
Karotenoid
Polifenol
Asam galat
Metil galat
Asam kafeat
Asam betulinat
Myricitrin
Quercitrin
Isoquercitrin
Berbagai turunan quercetin dan myricetin
💊 Khasiat
Mengobati diare dan gangguan pencernaan
Peradangan
Rematik
Sesak napas
Kanker rahim
Arthritis
Pembersih darah serta kontrasepsi
Anthelmintik (obat cacing)
Penenang
🌿 Simplisia
Simplisia daun kaliandra merah dapat dibuat dari daun segar yang dicuci, ditiriskan, dirajang sekitar 1,5 cm, kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat terlindung dari sinar matahari langsung. Daun kering kemudian dapat dihaluskan menjadi serbuk dan diayak menggunakan ayakan 60 mesh sebelum disimpan dalam wadah tertutup.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun
Batang/kayu
Kulit batang
Bunga
Biji
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk pembersih darah:
✅ Bahan-bahan
Bunga kaliandra merah secukupnya
Air bersih secukupnya
🍵 Cara Penyajian
1. Bunga dicuci hingga bersih
2. Rebus dengan air hingga mendidih
3. Air rebusan disaring dan secara tradisional diminum dalam keadaan hangat
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online (POWO). https://powo.science.kew.org/taxon/urn%3Alsid%3Aipni.org%3Anames%3A42102-2
- Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/809
- Kew – Calliandra houstoniana var. calothyrsus. https://powo.science.kew.org/taxon/urn%3Alsid%3Aipni.org%3Anames%3A1010291-1
- PROSEA – Calliandra calothyrsus. https://plantuse.plantnet.org/en/Calliandra_calothyrsus_%28PROSEA%29
- Tropical Forages – Calliandra calothyrsus. https://www.tropicalforages.info/text/entities/calliandra_calothyrsus.htm
- World Agroforestry (ICRAF) – Calliandra calothyrsus. https://apps.worldagroforestry.org/treedb/index.php?keyattribute=Buttressed&theNode=Botanic


