Lengkuas Merah
Lengkuas Merah
Lengkuas merah adalah tanaman herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias sekaligus memiliki potensi sebagai tanaman obat karena kandungan senyawa bioaktifnya.
Sumber: Shrubz.us https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https%3A%2F%2Fshrubz.us%2Fplants%2Fred-ginger-alpinia-purpurata%2F&ved=0CBYQjRxqGAoTCKielrmUs5UDFQAAAAAdAAAAABCFAQ&opi=89978449
Sumber: Gardenia.net https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https%3A%2F%2Ftranslate.google.com%2Ftranslate%3Fu%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.gardenia.net%2Fplant%2Falpinia-purpurata-red-ginger%26hl%3Did%26sl%3Den%26tl%3Did%26client%3Dimgs&ved=0CBgQjRxqFwoTCKielrmUs5UDFQAAAAAdAAAAABA4&opi=89978449
Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum
Lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) adalah spesies jahe hias tropis yang dikenal dengan bunga berwarna merah mencolok, rimpang aromatik, serta berbagai aktivitas biologis yang menjadikannya berpotensi sebagai sumber bahan obat alami.
🔁 Sinonim
Alpinia grandis K.Schum.
Alpinia purpurata var. anomala Gagnep.
Guillainia novoebudica F.Muell.
Guillainia purpurata Vieill.
🌱 Habitat
Lengkuas merah tumbuh alami di daerah tropis yang lembap, terutama pada tepi hutan, hutan sekunder, kebun, serta lahan dengan kelembapan tinggi dan naungan ringan hingga sedang.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis lembap
Suhu: 22–32°C
Curah hujan: 2.000–4.000 mm/tahun
Tanah: Lempung berpasir atau lempung gembur kaya bahan organik. pH tanah 5,5–7,0
Cahaya: Sinar matahari penuh hingga teduh parsial (±40–70% intensitas cahaya)
Drainase: Baik, tidak tergenang
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Kepulauan Pasifik, terutama wilayah Melanesia (Vanuatu, Kaledonia Baru, dan sekitarnya). Kini telah dibudidayakan secara luas di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, India, Sri Lanka, Australia bagian utara, Hawaii, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan berbagai negara tropis sebagai tanaman hias maupun tanaman obat.
🗣️ Nama Lokal
Sunda: Laja
Jawa: Laos
Aceh: Langkueueh
Banjar: Langkuwas
Internasional: Red ginger
🌾 Agroekologi
Tanaman ini tumbuh baik pada daerah tropis basah dengan kelembapan tinggi, tanah subur kaya bahan organik, serta drainase baik. Produksi bunga meningkat pada lokasi dengan penyinaran cukup dan ketersediaan air yang stabil sepanjang tahun.
🌿 Morfologi
Akar: Memiliki rimpang beraromatik, menyebar dalam kelompok tebal, menghasilkan tunas udara ketika tunas yang lebih tua mengering. Rimpang berwarna putih kekuningan hingga kemerahan dan beraroma khas
Batang: Batang semu tersusun dari pelepah daun
Daun: Daun tunggal, bentuk lanset memanjang, permukaan hijau mengilap, tulang daun menyirip
Bunga: Tersusun dalam bulir tegak, braktea merah cerah hingga merah tua, bunga sejati kecil berwarna putih yang muncul di sela-sela braktea, sangat tahan lama sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bunga potong
Buah: Berupa kapsul kecil, berwarna hijau saat muda dan merah ketika masak
Biji: berbentuk bulat, berusuk, hitam, mempunyai salut biji, berminyak
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui menggunakan biji dan pembagian rimpang
Penanaman: Penanaman dilakukan pada tanah yang telah diberi pupuk organik
Panen: Bunga dapat mulai dipanen sekitar 10–18 bulan setelah tanam
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Senyawa fenolik
Terpenoid
Minyak atsiri
Gingerol
Shogaol
α-Pinene
β-Pinene
1,8-Cineole
Methyl cinnamate
Kumatakenin
β-Sitosterol dan turunannya
💊 Khasiat
Antioksidan, antibakteri, antijamur, antiinflamasi, antikanker
Antituberkulosis
Vasodilator dan antihipertensi potensial
Mengobati sakit perut
Masuk angin
Penyakit kulit (panu)
Sakit kepala
Gejala batuk
Radang telinga
Bronkhitis
Pereda nyeri
🌿 Simplisia
Simplisia yang dapat digunakan meliputi:
Rimpang segar
Rimpang kering
Daun kering
Bunga kering
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Bagian tanaman yang dimanfaatkan:
Rimpang
Daun
Bunga
Minyak atsiri
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk mengatasi perut kembung:
✅ Bahan-bahan
1 jari rimpang lengkuas merah
3 gelas air
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci bersih rimpang lengkuas merah
2. Iris tipis-tipis rimpang lalu rebus dengan 3 gelas air hingga menjadi 2 gelas air
3. Saring lalu minum pagi dan sore sebelum makan masing-masih 1 gelas
Sumber Pustaka
- PubMed – Phytochemistry and pharmacology of ornamental gingers, Hedychium coronarium and Alpinia purpurata https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26559362/
- Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/822
- PubMed – Leaf extract of Alpinia purpurata: phytochemical constituents and antibacterial activities https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23257141/
- PubMed Central (PMC) – Phytoconstituents from Alpinia purpurata and inhibitory activity against Mycobacterium tuberculosis https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2992151/
- Brazilian Journal of Pharmaceutical Sciences – Vasodilator activity of Alpinia purpurata https://revistas.usp.br/bjps/en/article/view/10708
- Indonesian Journal of Chemical Research – Essential oils from Alpinia purpurata https://journal.uii.ac.id/chemical/article/view/13105/0
- Illea: Journal of Health Sciences – Review Senyawa Bioaktif Lengkuas Merah (Alpinia purpurata) https://etdci.org/journal/Illea/article/view/3322
