Xanthostemon Merah
Xanthostemon Merah
Xanthostemon merah adalah pohon berkayu keras dari famili Myrtaceae yang endemik Filipina, terkenal karena bunga merah mencolok serta kayunya yang sangat padat dan bernilai tinggi.
Xanthostemon verdugonianus Náves ex Fern.-Vill.
Xanthostemon merah (Xanthostemon verdugonianus Náves ex Fern.-Vill.) adalah spesies pohon tropis yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1880 dan termasuk tumbuhan asli Filipina dengan status konservasi Vulnerable (Rentan) akibat eksploitasi kayu dan berkurangnya habitat alami.
🔁 Sinonim
–
🌱 Habitat
Habitat alaminya berupa hutan hujan tropis dataran rendah, hutan primer maupun sekunder, terutama pada daerah berbatu ultramafik atau tanah yang kaya nikel. Spesies ini juga ditemukan di lereng bukit dan kawasan dengan kelembapan tinggi.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis lembap
Suhu: 24–32°C
Curah hujan: 2.000–3.500 mm/tahun
Cahaya: Matahari penuh hingga sedikit naungan saat muda
Tanah: Lempung, laterit, atau tanah ultramafik yang kaya mineral. pH tanah 5,5–7,0
Drainase: Baik hingga sedang
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Filipina. Endemik Filipina, terutama ditemukan di Pulau Dinagat, Leyte, Mindanao, Panay, Sibuyan, dan beberapa pulau lain. Saat ini juga dibudidayakan secara terbatas di Malaysia, kebun raya, arboretum, dan koleksi botani sebagai tanaman konservasi maupun tanaman hias.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Xanthostemon merah merupakan pohon yang mampu beradaptasi pada tanah miskin hara, termasuk tanah ultramafik yang mengandung logam berat seperti nikel. Perakarannya kuat sehingga berperan dalam konservasi tanah dan rehabilitasi lahan bekas tambang. Bunganya menghasilkan nektar yang menarik berbagai jenis lebah dan burung penyerbuk.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar tunggang yang kuat
Batang: Pohon berukuran sedang hingga besar. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan hingga cokelat tua, kayunya sangat keras dan padat sehingga dijuluki “ironwood”
Daun: Daun tunggal, tersusun berhadapan, bentuk elips hingga lonjong, permukaan mengilap, berwarna hijau tua
Bunga: Tersusun dalam kelompok pada ujung ranting, berwarna merah cerah hingga merah tua, memiliki benang sari sangat banyak yang menjadi bagian paling mencolok
Buah: Buah berbentuk kapsul berkayu, pecah saat masak untuk melepaskan biji
Biji: Kecil, berwarna cokelat, bersayap tipis sehingga mudah tersebar oleh angin
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji segar
Penanaman: Benih sebaiknya disemai segera setelah dipanen karena viabilitasnya menurun dalam penyimpanan. Memerlukan media tanam yang porous dan kaya bahan organik
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Senyawa fenolik
Flavonoid
Tanin
Terpenoid
Minyak atsiri
💊 Khasiat
Hingga saat ini belum terdapat penggunaan sebagai tanaman obat yang didukung bukti ilmiah kuat.
🌿 Simplisia
Belum terdapat simplisia resmi yang tercantum dalam farmakope maupun monografi tanaman obat untuk spesies ini.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Seluruh tanaman sebagai tanaman konservasi dan penghijauan
🌿Ramuan Tradisional
Belum ditemukan dokumentasi ilmiah maupun etnobotani yang menyebutkan penggunaan Xanthostemon verdugonianus sebagai bahan ramuan tradisional.
✅ Bahan-bahan
–
🍵 Cara Penyajian
–
Sumber Pustaka
- Plants of the World Online (Royal Botanic Gardens, Kew) – Xanthostemon verdugonianus https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:602816-1
- World Flora Online – Xanthostemon verdugonianus https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000334894
- International Plant Names Index (IPNI) – Xanthostemon verdugonianus https://www.ipni.org/n/602816-1
- PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) – Xanthostemon verdugonianus https://prosea.prota4u.org/view.aspx?id=6484
- GRIN-Global (USDA) – Xanthostemon verdugonianus https://grinqa.nordgen.org/gringlobal/taxon/taxonomydetail.aspx?id=42094


