Murbei
Murbei
Murbei adalah pohon atau perdu tahunan dari famili Moraceae yang dikenal sebagai tanaman pakan utama ulat sutera serta menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi dan memiliki berbagai senyawa bioaktif.
Morus alba L.
Murbei (Morus alba L.) adalah spesies murbei berasal dari pegunungan Himalaya dan saat ini telah dibudidayakan secara luas di wilayah tropis, subtropis, hingga beriklim sedang.
🔁 Sinonim
Morus alba var. emarginata Y.B.Wu
Morus alba var. laciniata Beissn.
Morus alba pendula (Risso) Sudw.
🌱 Habitat
Murbei secara alami berasal dari wilayah Tiongkok dan dapat ditemukan pada habitat hutan, semak, tepian sungai serta kawasan daratan yang telah mengalami gangguan. Tanaman dapat beradaptasi pada berbagai kondisi iklim dan tanah, sehingga saat ini banyak ditemukan sebagai tanaman budidaya maupun ternaturalisasi.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis, subtropis hingga sedang
Suhu: 20–28°C
Curah hujan: 700–2.500 mm/tahun
Cahaya: Sinar matahari penuh hingga teduh ringan
Tanah: Lempung berpasir hingga lempung liat, pH tanah 5,5–7,5
Drainase: Baik, tidak tergenang
🌍 Penyebaran Tanaman
Murbei (Morus alba) berasal dari pegunungan Himalaya. Penyebaran murbei di India, China, dan Myanmar. Saat ini murbei banyak juga dibudidayakan di Malaysia, Filipina dan Indonesia (Jawa). Tanaman ini telah menyebar melalui budidaya ke berbagai wilayah Asia dan kemudian ke Eropa, Afrika, Amerika, Australia dan kawasan tropis lainnya.
🗣️ Nama Lokal
Gayo: Kerto
Lampung: Kitau
Jawa: Lampuang
🌾 Agroekologi
Murbei merupakan tanaman yang sangat adaptif dan dapat tumbuh pada wilayah tropis, subtropis hingga temperate. Tanaman berkembang baik pada tanah subur, cukup lembap dan berdrainase baik dengan paparan cahaya matahari yang cukup. Dalam sistem agroekologi, murbei banyak ditanam sebagai pakan ulat sutera (Bombyx mori), tanaman buah, tanaman pagar, sumber bahan organik dan tanaman multifungsi. Daunnya dapat dipangkas secara berkala untuk menghasilkan tunas muda yang berkualitas sebagai pakan ulat sutera.
🌿 Morfologi
Akar: Akar tunggang
Batang: Batang memiliki kulit berwarna abu-abu kecokelatan dengan lentisel horizontal dan tajuk yang bercabang serta cukup rapat
Daun: Daun tunggal, tersusun berselang-seling, berbentuk bulat telur hingga bulat telur lebar, dengan pangkal membulat hingga agak berbentuk hati dan ujung runcing, tepi daun bergerigi
Bunga: Bunga majemuk, tumbuh di ketiak daun
Buah: Buah muda berwarna hijau, setelah masak berwarna ungu kehitaman dan manis rasanya
Biji: Biji berukuran kecil dan berada di dalam bagian buah yang berdaging
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji maupun secara vegetatif melalui stek batang, cangkok, grafting dan kultur jaringan
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Flavonoid
Polifenol
Antosianin
Asam fenolat
Rutin
Isoquercetin
Moracetin
Scopoletin dan scopolin
Ecdysterone
Inokosterone
Lupeol
β-sitosterol
Alkaloid
Tanin
Triterpenoid
Steroid dan fitosterol
Polisakarida
Vitamin dan mineral
💊 Khasiat
Mengatasi demam
Malaria
Batuk dan gangguan saluran pernapasan
Gangguan pencernaan
Peradangan
Gangguan metabolisme gula darah
Gangguan kadar lemak darah
Tekanan darah tinggi
Keluhan kulit
Kencing manis
Kaki gajah
Bisul
Radang mata
Menurunkan kolesterol
Mengurangi lemak darah
Diabetes
🌿 Simplisia
Simplisia yang umum dibuat adalah daun murbei kering (Mori Folium).
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun – pakan utama ulat sutera, bahan pangan dan teh herbal.
Buah – dikonsumsi segar atau diolah menjadi jus, selai dan produk pangan.
Kulit akar/batang – digunakan dalam pengobatan tradisional.
Ranting/batang – digunakan dalam pengobatan tradisional.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk membantu menjaga kadar gula dan lemak darah:
✅ Bahan-bahan
Daun murbei segar 30 g
Air 2 gelas
🍵 Cara Penyajian
1. Cuci daun murbei hingga bersih
2. Rebus 30 g daun murbei segar dengan 2 gelas air selama sekitar 15 menit
3. Dinginkan, saring air rebusan
4. Minum 2 kali sehari sama banyak pada pagi dan sore hari
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online (POWO).
- PROSEA – Plant Resources of South-East Asia. https://prosea.prota4u.org/view.aspx?id=346
- Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/253
- Chan EWC, Lye PY, Wong SK. (2016). Phytochemistry, pharmacology, and clinical trials of Morus alba. Chinese Journal of Natural Medicines. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26850343/
- Thaipitakwong T, et al. (2018). Morus alba polysaccharides – review. Food Chemistry. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29287458/
- Morus alba L. Plant: Bioactive Compounds and Potential as a Functional Food Ingredient. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33807100/



