Asam Keranji
Asam Keranji
Dialium indum
Asam Keranji, Dialium indum L., adalah pohon buah tropis dari keluarga Leguminosae (Fabaceae) yang berukuran sedang hingga besar.
☀️ Syarat Tumbuh
Pohon asam keranji memerlukan iklim tropis lembap (suhu hangat dan curah hujan tinggi), khususnya iklim muson basah.Tanah yang digunakan sebaiknya berdrainase baik (tidak tergenang air) dan subur, meski tanaman ini juga toleran pada tanah yang kurang subur.Keranji menyukai sinar matahari penuh namun agak toleran naungan ringan, terutama saat masih muda.Tanaman ini bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen pada akarnya, sehingga dapat memperbaiki kesuburan tanah di sekitarnya.
🌍 Penyebaran Tanaman
Asam keranji asli berasal dari Asia Tenggara. Wilayah penyebarannya mencakup Thailand,Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.Menariknya, spesies ini juga ditemukan di beberapa negara Afrika Barat (seperti SierraLeone, Nigeria).Di Indonesia, selain tumbuh liar di hutan, asam keranji juga dibudidayakan terbatas untuk konsumsi lokal.
Nama Lokal.
🗣️ Nama Lokal
Di Nusantara, tanaman ini memiliki berbagai nama lokal. Di Jawa dan sekitarnya lebih sering disebut asam keranji atau kranji. Di daerah Sumatera dan Kalimantan ada yang memanggilnya asam cina, kuranji, parangi. Dalam bahasa Sunda disebut ki pranji,sedangkan di Aceh dikenal sebagai ceu radieh.Di Kalimantan ada pula sebutan keranji madu atau keranji bernang karena banyak terdapat di daerah tersebut.
🌾 Agroekologi
Asam keranji tumbuh baik di dataran rendah hingga perbukitan rendah (0–1.150 m dpl) dalam iklim tropis basah monsun.Pohon ini umumnya ditemukan tumbuh liar di hutan rawa dan gambut, daerah monsun basah yang panas, serta menyukai drainase yang baik.Toleransi terhadap naungan cukup baik (terutama pada tanaman muda) dan dapat hidup pada berbagai jenis tanah, dari yang subur sampai miskin hara.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar tunggang berwarna putih kotor.
Batang: Tegak, bulat, bercabang secara simpodial, bersisik berduri, berwarna putih kotor.
Daun: Daun majemuk menyirip genap (4 helai daun per daun majemuk), helai daun lonjong (2–4 cm × 1–2 cm), ujung dan pangkal tumpul, permukaan hijau dengan tulang daun menyirip.
Bunga: Bunga majemuk tersusun malai di ujung-ujung ranting atau ketiak daun, dengan tangkai silindris berwarna kuning dan mahkota bunga putih kekuningan.
Buah: Berupa polong (legume) pipih panjang sekitar 7–15 cm. Buah muda berwarna hijau, kemudian matang menjadi merah kehijauan; buah berisi daging tipis bercitarasa asam.
Biji: Setiap polong berisi 3–6 biji (jarang yang berdua). Biji berbentuk bulat pipih, berkulit keras dan halus berwarna cokelat kehitaman, dilapisi selaput putih tipis
🌱 Budidaya
Perbanyakan asam keranji umumnya dilakukan secara generatif (biji). Bibit dihasilkan dari biji segar yang ditanam di media tanam gembur. Saat awal tumbuh, bibit memerlukan naungan ringan dan kelembaban terjaga. Meskipun perawatannya mirip pohon buah tropis lain, asam keranji tumbuh lambat dan baru mulai berbuah setelah 10–15 tahun penanaman.
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Buah dan bagian tanaman asam keranji kaya akan senyawa metabolit sekunder. Kandungan utamanya meliputi steroid, terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan senyawa fenolik seperti asam galat. Selain itu, terdapat pula metil salisilat, geraniol, asam amino, polialkohol, saponin, dan tanin. Buahnya juga mengandung asam lemak tak jenuh (asam oleat, asam palmitat) dan asam amino penting. Berbagai senyawa ini berperan dalam khasiat obatnya dan sifat antioksidan.
💊 Khasiat
Asam keranji dikenal memiliki banyak khasiat obat tradisional. Daging buahnya digunakan untuk meredakan sariawan dan diare serta mengobati gusi berdarah; daunnya juga dipakai sebagai obat kumur. Ekstrak tanaman ini bersifat antinyeri ringan dan antikolersterol, sehingga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol. Studi ilmiah menunjukkan ekstrak buah asam keranji dapat menurunkan kolesterol pada tikus hiperlipidemia. Selain itu, asam keranji diyakini membantu menjaga kesehatan ibu hamil, mencegah anemia, dan mengatasi ketidakseimbangan pH tubuh, meski klaim ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
🌿 Simplisia
Penyajian simplisia asam keranji (bahan baku kering) umumnya menggunakan buah. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
Pilih buah asam keranji matang, kupas kulit luarnya.
Cuci daging buah hingga bersih dengan air mengalir.
Jemur atau angin-anginkan buah di bawah naungan hingga kering; alternatifnya keringkan dengan oven pada suhu ~40 °C.
Setelah kering, simpan buah keranji dalam kantong plastik bersih yang kedap udara untuk persediaan.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Bagian utama yang dimanfaatkan dari tanaman asam keranji adalah daun dan buah (daging buah). Daun dan buah keranji yang segar lebih sering digunakan dalam ramuan obat tradisional. Bagian lain (seperti kulit batang) jarang dipakai dalam praktik pengobatan lokal.
Sumber Pustaka
- TamanKita Kota Tangerang. Asam Kranji (Dialium indum). Diakses dari situs resmi Pemerintah Kota Tangerang.
- Socfindo Conservation. Dialium indum (Asam Keranji). Halaman tanaman obat Socfindo (lingkungan hutan Aceh).
- Ken Fern (2024). Useful Tropical Plants – Dialium indum. Tropical Plants Database (USDA/ARS).
- Sari et al. (2021). Pengaruh Ekstrak Buah Asam Keranji terhadap Kolesterol Mencit Hiperkolesterolemia. Biofaal Journal Vol. 2 No.1.
- Wikipedia dan Kew (2024). Dialium indum – Plants of the World Online, Royal Botanic Gardens Kew.


