Bawang Dayak
|

Bawang Dayak

Bawang Dayak

Bawang Dayak adalah tanaman herbal endemic Indonesia dari keluarga Amaryllidaceae yang dikenal karena khasiatnya dalam pengobatan tradisional.

Nama Latin

Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb

Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb —(bisa juga merujuk pada kerabatnya yang disebut Bawang Dayak, namun istilah ini lebih dikenal sebagai tanaman herbal khas Indonesia dari genus Allium).

🔁 Sinonim

– Eleutherine bulbosa Mill.
– Eleutherine americana
– Bawang sabrang, bawang tiwai, bawang berlian, bawang lubak, teki sabrang

🌱 Habitat

Tumbuh liar di hutan dan pinggir kebun, terutama di ketinggian 600–1.500 m dpl

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: Tropis, adaptif terhadap berbagai iklim.
Curah hujan: Lembap, tidak spesifik dibutuhkan namun umumnya di daerah pegunungan.
Tanah: Subur, banyak humus dan mempunyai drainase baik .
Cahaya: Menyukai tempat terbuka / sinar matahari penuh.
Drainase: Baik, agar umbi tidak tergenang air.

🌍 Penyebaran Tanaman

Asal: Tropis Amerika.
Sebaran: Dibawa masuk ke Asia, kini banyak ditemukan di Kalimantan (Indonesia), Malaysia, juga wilayah tropis lainnya .

🗣️ Nama Lokal

Bawang Tiwai, Bawang Sabrang, Bawang Berlian, Bawang Lubak, Teki Sebrang

🌾 Agroekologi

Sesuai untuk agroforestry dan taman obat keluarga (TOGA); cocok di ketinggian menengah dan lahan terbuka untuk budidaya intensif

🌿 Morfologi

Akar: Umbi berbentuk kerucut, berlapis kulit merah, diameter 1–2 cm, panjang hingga 4 cm.
Batang: Tumbuh tegak atau merunduk, di pangkal membentuk umbi.
Daun: Berbentuk pita panjang (lebar ramping), ujung meruncing.
Bunga: Berwarna putih, muncul di ketiak daun bagian atas, jumlah 4–10 kuntum per rumpun.
Buah: Kotak berbentuk corong, bila masak merekah berisi biji polong bundar.
Biji: Banyak biji berbentuk bundar-oval dalam buah kotak.

🌱 Budidaya

Tanam umbi langsung, jarak tanam dan pembumbunan perlu diatur agar tidak bersaing; panen umbi dapat dilakukan setelah ±6 bulan.
Memerlukan sinar penuh, penyiraman dan kontrol gulma rutin.

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Mengandung banyak fitokimia: naphthalene, anthraquinone, naphthoquinone, eleutherinoside A, eleutherin, eleutherol, isoeleutherol, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, steroid, polifenol, antosianin.

💊 Khasiat

– Antibakteri (terhadap Staph. aureus, Pseudomonas, Shigella).
– Anti-diabetes (eleutherinoside A, eleutherol).
– Antioksidan (flavonoid, polifenol).
– Menurunkan kolesterol & hipertensi (eleutherinol).
– Antiinflamasi, peredam radang sendi.
– Potensi antimalaria, antikanker (kanker lidah & serviks).
– Menyehatkan tulang, ginjal, hati, kulit dan pencernaan

🌿 Simplisia

Umbi dipotong 1–2 mm, dikeringkan di bawah sinar matahari atau oven (~50°C) hingga kering, lalu disimpan atau digiling menjadi bubuk

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Umbi (terutama kulit merahnya) digunakan untuk pengobatan dan pengolahan herbal.

🌿Ramuan Tradisional

Untuk mengatasi hipertensi dan kolesterol tinggi

  • Bahan: umbi bawang dayak segar (±3–5 umbi kecil), madu/air hangat.
  • Cara penyajian: Cuci bersih, iris tipis, rebus 10–15 menit, saring, tambahkan madu jika suka. Minum 1x per hari. Alodokter+10Halodoc+10BAMS+10HonestDocs

Selain itu:

  • Teh bawang dayak: rebusan umbi diseduh seperti teh
  • Bubuk/rempah: campuran ke masakan atau suplemen herbal

Cara Penyajian

  1. Rebus: umbi iris dalam air, saring → diminum.
  2. Seduh: rebusan sebagai minuman hangat.
  3. Salon/dikonsumsi: dibuat bubuk, campur makanan atau dikonsumsi langsung.

Sumber Pustaka


  • Socfindo Conservation — profil tanaman & agroekologi
  • Wikipedia: Allium schoenoprasum (lokio/bawang batak)
  • KlikDokter: manfaat & nutrisi bawang batak
  • Repositori Universitas Medan Area — klasifikasi & kegunaan
  • Tobaria.com — ciri morfologi & penggunaan kuliner

Similar Posts