Durian
Durian
Durian adalah pohon buah tropis dari famili Malvaceae yang dikenal karena buah berkulit bertulang duri dan daging buahnya yang tebal serta beraroma kuat.
Sumber elreydelasplantas.com:https://elreydelasplantas.com/shop/5212-thickbox_default/durian-fruit-tree-monthong-durio-zibethinus-order-online-durio-trees-from-mexico.jpg
Sumber richmondmom.com:https://www.richmondmom.com/wp-content/uploads/2024/10/Durian.jpeg
Sumber Mongabay:https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQwpAlUGJ2a8qBf_HkW8uWLs_86cktWS7W3bQ&s
Durio zibethinus L
Durio zibethinus L merupakan spesies Durio yang paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi internasional.
🔁 Sinonim
Durio acuminatissimus Merr.
Durio stercoraceus Noronha
🌱 Habitat
Durian tumbuh di kawasan tropis basah, hutan dataran rendah hingga lereng bukit yang lembap dengan kelembapan tinggi dan curah hujan tahunan yang besar. Pohon dewasa sering ditemukan di agroforestri dan kebun monokultur di Asia Tenggara.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis basah, suhu optimal 24–32°C.
Curah hujan: 1.500–3.000 mm/tahun, dengan periode lembap berkelanjutan, beberapa varietas toleran terhadap musim kemarau pendek.
Tanah: Subur, dalam, berdrainase baik, pH sedikit asam hingga netral (pH ~5,0–6,5). Tanah yang tergenang buruk menyebabkan masalah akar.
Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh hingga teduhan parsial pada fase awal; pohon dewasa mentolerir intensitas cahaya penuh.
Drainase: Sangat penting, drainase buruk meningkatkan risiko penyakit akar dan kematian
🌍 Penyebaran Tanaman
Asal: Asia Tenggara, Pulau Sumatra dan Kalimantan (Borneo) dianggap sebagai pusat keragaman/gen pusat domestikasi untuk genus Durio.
Sebaran: Dibesarkan luas di Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan beberapa negara tropis lainnya, D. zibethinus adalah satu-satunya spesies durian yang banyak didistribusikan internasional.
🗣️ Nama Lokal
Jawa: Duren
Sunda: Kadu
Manado: Duriang, Duliang
🌾 Agroekologi
Cocok pada agroekosistem kebun campuran, agroforestry, dan kebun komersial, pohon besar memberikan penaungan dan keragaman habitat, peka terhadap penggenangan dan variasi suhu ekstrim.
🌿 Morfologi
Akar: Sistem akar serabut bercampur dengan akar tunggang pada fase awal, akar cepat menyebar untuk menopang pohon besar.
Batang: Pohon tinggi (sering 25–50 m pada populasi liar, lebih pendek pada kultivar budidaya) dengan cabang kuat yang menahan buah berat.
Daun: Daun tunggal, tebal, berbentuk lanset hingga elips, permukaan mengkilap, susunan alternatif.
Bunga: Bunga besar, putih hingga krem, muncul berkelompok dan bersifat nokturnal (mekar malam hari), bersifat cauliflorous (bunga/ buah sering muncul di cabang besar atau batang).
Buah: Besar, berduri keras, daging buah (perkamen) berwarna putih sampai kuning/emas, bau khas kuat, biji besar di dalam segmen daging buah.
Biji: Ukuran relatif besar, dapat dimakan setelah dimasak pada beberapa varietas.
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Biasanya dengan okulasi/grafting untuk mempertahankan sifat kultivar, juga dari biji untuk pemuliaan.
Pemeliharaan: Pemupukan seimbang (N-P-K + mikro), penjarangan buah, pemangkasan untuk struktur cabang, pengendalian hama dan penyakit, dan manajemen drainase.
Panen: Dikenali saat buah matang jatuh sendiri atau sebelum jatuh tergantung praktik kultivar. Banyak kultivar unggulan (contoh: Monthong, Musang King, Chanee).
💊 Khasiat
Tradisional: Buah sebagai sumber gizi; kulit, biji, dan daun digunakan dalam beberapa tradisi untuk pengobatan lokal (mis. antiradang, demam, masalah pencernaan — catatan: penggunaan tradisional bervariasi wilayah ke wilayah).
Potensi ilmiah: Studi in vitro/in vivo menunjukkan aktivitas antioksidan, hipoglikemik, hipokolesterolemik, dan aktivitas antimikroba pada ekstrak tertentu; bukti masih berkembang dan memerlukan studi klinis lebih lanjut.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daging buah (utama), biji (setelah pengolahan/olah), kulit/sekam (dalam penelitian dan beberapa penggunaan tradisional), daun (kadang untuk obat tradisional).
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk meredakan demam/antiradang (contoh tradisional): rebusan kulit durian atau daun (digunakan secara tradisional di beberapa komunitas). Catatan: efektivitas dan keamanan belum distandarisasi; hati-hati pada alergi/reaksi.
🍵 Cara Penyajian
Cuci bersih kulit/daun, keringkan (opsional).
Rebus bahan dengan 500 mL air hingga tersisa sekitar 250 mL.
Saring dan minum hangat.
Peringatan: Jangan menggantikan pengobatan medis; konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum penggunaan obat tradisional.
Sumber Pustaka
- Kew Science — Plants of the World Online: Durio zibethinus. POWO
- Kew: “Durian. The king of fruit.” (keterangan umum morfologi & budidaya). kew.org
- Aziz NAA, et al. (2019). Bioactive Compounds, Nutritional Value, and Potential Health Benefits of Durian (review). PubMed Central. PMC
- Zhan Y., et al. (2021). Chemical constituents and pharmacological effects of durian (review). PMC. PMC
- Khaksar G., et al. (2024). Durian (Durio zibethinus L.): Nutritional Composition, Health Benefits… (MDPI review). MDPI
- GBIF / Pl@ntNet (data sebaran & observasi). GBIF+1
