Singawalang
Singawalang
Singawalang adalah tanaman herba berkayu dari keluarga Phytolaccaceae yang dikenal aromatik dan banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Sumber: PictureThis https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.picturethisai.com%2Fid%2Fbenefits%2FPetiveria_alliacea.html&psig=AOvVaw07UQWXuzVPGkIaBUoiXsva&ust=1761968822916000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCKi0qcTJzZADFQAAAAAdAAAAABAM
Sumber: PictureThis https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.picturethisai.com%2Fid%2Fwiki%2FPetiveria_alliacea.html&psig=AOvVaw07UQWXuzVPGkIaBUoiXsva&ust=1761968822916000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCKi0qcTJzZADFQAAAAAdAAAAABAs
Sumber: FSUS https://fsus.ncbg.unc.edu/img/orig/amc/amc_09158.jpg
Petiveria alliacea L.
Singawalang (Petiveria alliacea L.) adalah tanaman perennial/herba yang memiliki bau menyengat khas, daun sederhana, dan bunga kecil tersusun pada malai panjang, daun dan akar sering dipakai secara tradisional.
🔁 Sinonim
Mapa graveolens Vell.
Petiveria alliacea var. grandifolia Moq.
Petiveria corrientina Rojas
🌱 Habitat
Tumbuh liar di rerimbunan hutan sekunder, tepi kebun, dan lahan terbuka di daerah tropis, menyukai lokasi yang agak lembap namun juga dapat tumbuh di kondisi lebih kering selama curah hujan musiman ada.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis, toleran terhadap berbagai kondisi tropis
Curah hujan: Tumbuh baik pada curah hujan sedang hingga tinggi (musim hujan membantu regenerasi), tapi toleran terhadap musim kering pendek
Tanah: Toleran pada berbagai tipe tanah dari pasir hingga lempung dengan drainase sedang, tidak menyukai genangan air berkepanjangan
Cahaya: Toleran naungan parsial hingga tempat agak terang
Drainase: Harus baik, akar rentan pada kondisi anaerobik
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Amerika tropis (Amazon dan wilayah sekitarnya), kini tersebar di Amerika Tengah, Karibia, Meksiko, sebagian Amerika Selatan, dan diperkenalkan/ternaturalisisasi di beberapa wilayah tropis lain termasuk beberapa pulau dan kebun raya dunia. Di Indonesia dikenal dan ditanam/ ditemukan di beberapa lokasi sebagai tanaman herbal/obat.
🗣️ Nama Lokal
Indonesia: Singowalang, Singawalang
🌾 Agroekologi
Tanaman perenal/herba yang berperan dalam sistem agroforestry ringan dan pekarangan, adaptif pada kondisi tropis, berguna sebagai tanaman obat keluarga, dan umumnya tidak memerlukan perawatan intensif selain pengendalian kompetitor/ gulma.
🌿 Morfologi
Akar: Tunggang
Batang: Tegak, lunak dan berair, hijau kecokelatan, berbau seperti bawang putih
Daun: Sederhana, berlekuk jorong-oval hingga elips, permukaan agak mengkilap, susunan spiral di batang
Bunga: Biseksual, warna putih kehijauan sampai merah jambu, bentuk linier-lonjong. Tidak memiliki kelopak, benang sari 4-8
Buah: Lonjong dan sempit berbentuk taji tersusun pada tangkai, berduri. Setiap buah terdiri dari 1 biji
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji atau stek batang, biji dapat disemaikan pada media ringan, stek berakar relatif mudah
Pemeliharaan: Penyiraman pada awal, penyiangan dari gulma, pemangkasan jika diperlukan, panen daun/akar sesuai kebutuhan pengobatan tradisional
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Sulfur (mis. dibenzyl trisulfide)
Benzaldehid
Fenolik
Flavonoid
Pinitol
β-sitosterol
Allantoin
Senyawa volatil
Triterpenes
Steroids
💊 Khasiat
Analgesik, antirematik, ekspektoran, antipiretik, antimikroba
Melembutkan kulit
Mengobati bisul, TBC, pneumonia, muntah darah
Malaria
Peluruh urin (diuretik)
Peluruh keringat (sudorifik)
Peluruh cacing (vermifuge)
Menurunkan demam
Pereda kekejangan (antipasmodik)
Obat bagi penderita penyakit syaraf
🌿 Simplisia
Daun kering dan akar kering dapat disiapkan sebagai simplisia, proses pengeringan dilakukan di tempat teduh dengan aliran udara sehingga kandungan aktif relatif terjaga.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Daun, akar, batang pangkal terutama daun dan akar yang paling sering dipakai dalam ramuan tradisional.
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk Mengatasi batuk/ekspektoran:
✅ Bahan-bahan
Daun singowalang 5–10 lembar
500 mL air
Gula aren atau madu secukupnya
🍵 Cara Penyajian
1. Rebus daun dengan 500 mL air hingga tersisa ~250 mL
2. Rebus daun hingga mendidih
3. Saring, minum hangat 2× sehari
Sumber Pustaka
- Socfindo Conservation https://www.socfindoconservation.co.id/plant/675
- da Conceição BC, dkk. A Global Bibliometric Approach to Petiveria alliacea L. — PMC (artikel tinjauan). pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Luz DA, dkk. Ethnobotany, phytochemistry and neuropharmacological effects of Petiveria alliacea L. — ScienceDirect review (ringkasan studi). sciencedirect.com
- Lawal IO, dkk. Ethnobotany, chemistry and toxicity of Petiveria alliacea: A review. (Functional Food Science PDF). mail.ffhdj.com
- Flora / Plant Atlas (USF/Florida Plant Atlas) & herbarium resources (untuk data morfologi dan sebaran).
