|

Spurge Antik

Spurge Antik

Spurge antik adalah tanaman sukulen dari keluarga Euphorbiaceae yang berbentuk semak atau pohon kecil berduri dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Nama Latin Spurge Antik

Euphorbia antiquorum L.

Spurge antik (Euphorbia antiquorum L.) adalah tanaman sukulen atau semak berbentuk seperti kaktus dengan batang bersayap (ribbed) berduri, daun cepat gugur, dan sering ditemukan di habitat kering hingga semi-kering tropis.

🔁 Sinonim

Euphorbia antiquorum var. polygona Wight
Euphorbia mayuranathanii Croizat
Tithymalus antiquorus (L.) Moench

🌱 Habitat

Tumbuh liar di vegetasi semak-kering, padang batu kapur, tebing kering, pinggir hutan atau kawasan terbuka di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 0-250 m (atau hingga 800 m dalam beberapa laporan) di kawasan tropis.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: Tropis hingga subtropis, dapat toleran terhadap kekeringan ringan karena sifat sukulen
Curah hujan: Tumbuh baik di kondisi agak kering/musim kemarau ringan, tidak memerlukan curah hujan sangat tinggi
Tanah: Toleran pada tanah miskin, berbatu, berdrainase baik, sering ditemukan di batu kapur atau substrat kering
Cahaya: Menyukai sinar matahari langsung atau kondisi terang, toleran kekurangan daun/perawatan intensif
Drainase: Penting, genangan air dapat merusak karena sifat sukulen batangnya

🌍 Penyebaran Tanaman

Berasal dari Asia Selatan: Pakistan hingga Indo-China hingga Jawa. Sebaran meliputi India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Vietnam, Indonesia (termasuk Jawa) dan tersebar sebagai tanaman hias atau naturalisasi di wilayah tropis lainnya.

🗣️ Nama Lokal

Jawa: Sudu-sudu, Susudu, Susuru
Internasional: Malayan spurge tree, Antique spruge (Inggris)


🌾 Agroekologi

Karena sifatnya sukulen dan toleran terhadap kekeringan ringan serta tanah miskin, tanaman ini cocok untuk pekarangan, lansekap kering, atau sebagai bagian dari taman batu. Penggunaan di konservasi terutama sebagai tanaman pemanis lanskap kering atau stabilisasi area kering dapat dipertimbangkan.

🌿 Morfologi

Batang: Tebal 5-7 cm, hijau, gundul, bercabang dari bagian atas, melengkung ke atas, tersegmentasi. Bau getahnya menyengat dan melekat
Daun: Bertangkai pendek, sedikit, berdaging, panjang 8-12 cm, lebar 3-4 cm, bagian atas berwarna hijau tua, bagian bawah agak muda
Bunga: Infloresensi berupa cyathia (khusus pada Euphorbia), kecil, kuning kehijauan hingga kemerahan muda, muncul di tepi sayap batang dan antara duri
Buah: Kapsul-lobus kecil, kemudian menghasilkan biji kecil bersifat reproduktif

🌱 Budidaya

Perbanyakan: Melalui stek batang atau potongan segmen batang, stek dibiarkan kering sebentar pada luka lalu ditanam di media berdrainase baik
Penanaman: Lokasi terkena sinar matahari langsung atau sebagian, pengairan moderat, biarkan tanah agak kering di antara penyiraman
Pemeliharaan: Minimal, sisihkan gulma, hindari kelembapan berlebih

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Taraxerol
Taraxerone
Friedelane-3-β-ol
Epifriedelanol
Sterol
Antiquol A dan B
Euphol
Cycloeucalenol
Flavonoid
Cycloartenol
Sitosterol
Alkaloid
Saponin
Tanin

💊 Khasiat

Untuk pengobatan kulit, infeksi, konstipasi
Demam
Gigitan ular
Sebagai insektisida alami
Menyembuhkan penyakit diare
Sakit malaria
Radang telinga pada anak
Sakit gigi
Asma
Rematik
Sembelit
Mengobati bengkak
Bisul

🌿 Simplisia

Daun, batang (termasuk batang sukulen) dan getah (lateks) dari tanaman ini banyak dipakai sebagai bahan simplisia tradisional – batang dikeringkan, daun dipotong, getah dikumpulkan sebagai bagian penggunaan luar.

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Bagian yang paling sering digunakan: batang (termasuk bagian dalam), daun, getah lateks.

🌿Ramuan Tradisional

Ramuan untuk Mengatasi radang kulit/kurap:

Bahan-bahan

Batang segar

🍵 Cara Penyajian

1. Batang segar dicuci, kulit dan duri dibuang
2. Kemudian digiling atau dihaluskan
3. Getahnya dipakai oles luar ke area yang bermasalah

Sumber Pustaka

Similar Posts