Philodendron Jari
Philodendron Jari
Philodendron jari adalah tanaman hias daun tropis dari famili Araceae yang dikenal karena daunnya besar, menjari dalam, dan memberikan kesan eksotis pada taman maupun lanskap.
Thaumatophyllum bipinnatifidum (Schott ex Endl.) Sakur., Calazans & Mayo
Philodendron jari (Thaumatophyllum bipinnatifidum (Schott ex Endl.) Sakur., Calazans & Mayo) adalah nama ilmiah yang banyak digunakan dalam literatur modern, meskipun beberapa lembaga taksonomi masih menerima nama Philodendron bipinnatifidum sebagai nama yang sah sehingga kedua nama tersebut masih dijumpai dalam berbagai referensi.
🔁 Sinonim
Philodendron bipinnatifidum Schott ex Endl.
Philodendron pygmaeum Chodat & Vischer
Philodendron selloanum K.Koch
Philodendron sellowii André
🌱 Habitat
Tumbuh alami di hutan tropis, hutan terbuka, tepi sungai, savana berhutan, dan kawasan dengan kelembapan tinggi. Tanaman ini juga mampu beradaptasi pada lingkungan buatan seperti taman kota dan pekarangan.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis
Suhu: 18–32°C
Curah hujan: Sekitar 1.500–3.000 mm/tahun
Cahaya: Teduh hingga sinar matahari tidak langsung (50–70% naungan)
Tanah: Gembur, kaya bahan organik, ber-pH 5,5–7,0
Drainase: Baik, tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Amerika Selatan, terutama Bolivia bagian timur, Brasil bagian selatan dan tenggara, Paraguay, serta Argentina timur laut. Kini telah dibudidayakan secara luas sebagai tanaman hias di kawasan tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Tanaman ini sangat sesuai ditanam sebagai tanaman lanskap di daerah beriklim tropis lembap. Memiliki toleransi yang baik terhadap naungan, sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman bawah tegakan pohon, penghijauan taman, maupun penghias area publik.
🌿 Morfologi
Akar: Akar serabut yang kuat disertai akar udara yang muncul dari batang untuk membantu menopang tanaman
Batang: Batang tegak, berkayu semu, membesar seiring umur tanaman dan meninggalkan bekas pelepah daun
Daun: Daun sangat besar (40–120 cm), berwarna hijau mengilap. Helaian daun menjari sangat dalam hingga hampir mencapai tulang daun utama, tangkai daun panjang, kokoh, dan berwarna hijau
Bunga: Bunga berupa tongkol (spadix) yang diselubungi seludang (spathe) berwarna hijau hingga krem. Jarang berbunga ketika ditanam sebagai tanaman hias
Buah: Buah bertipe buni kecil yang tersusun rapat pada tongkol
Biji: Berukuran kecil dan berkembang di dalam buah berdaging
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui pemisahan anakan, stek batang, maupun kultur jaringan
Pemeliharaan: Penyiraman dilakukan secara rutin tanpa menyebabkan genangan. Pemangkasan daun tua dilakukan untuk menjaga penampilan tanaman
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Hingga saat ini belum banyak penelitian fitokimia yang mengidentifikasi senyawa aktif spesifik pada spesies ini.
💊 Khasiat
Pemanfaatan utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias bernilai estetika tinggi.
🌿 Simplisia
Belum terdapat simplisia yang distandarkan maupun digunakan secara resmi dalam farmakope Indonesia untuk spesies ini.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Seluruh tanaman sebagai tanaman hias
🌿Ramuan Tradisional
Belum terdapat ramuan tradisional yang terdokumentasi secara luas maupun direkomendasikan secara ilmiah menggunakan spesies ini.
✅ Bahan-bahan
–
🍵 Cara Penyajian
–
Sumber Pustaka
- Kew Science – Plants of the World Online (POWO): https://powo.science.kew.org/taxon/77306988-1
- International Plant Names Index (IPNI): https://ipni.org/n/77178497-1
- World Flora Online: https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0001425272
- EPPO Global Database: https://gd.eppo.int/taxon/PIOBI



