Jahe
Jahe
Jahe adalah tanaman herba berimpang dari famili Zingiberaceae yang banyak dimanfaatkan sebagai rempah, bahan pangan, serta tanaman obat tradisional.
Zingiber officinale Roscoe
Jahe (Zingiber officinale Roscoe) adalah nama ilmiah yang diterima untuk spesies jahe, yaitu tumbuhan herba berimpang yang menghasilkan rimpang aromatik dan pedas yang menjadi bagian utama dalam pemanfaatan jahe.
🔁 Sinonim
Amomum zingiber L.
Zingiber blancoi Hassk.
Zingiber cholmondeleyi (F.M.Bailey) K.Schum.
🌱 Habitat
Jahe merupakan tanaman terestrial yang tumbuh pada lingkungan tropis hingga subtropis yang hangat dan lembap, terutama pada habitat dengan tanah subur, gembur, memiliki kelembapan cukup tetapi tidak tergenang. Di alam, jahe diperkirakan berkaitan dengan vegetasi bawah hutan tropis, sedangkan saat ini sebagian besar dijumpai sebagai tanaman budidaya.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis, hangat dan lembap
Suhu: Sekitar 19–28 °C
Curah hujan: 1.500–3.000 mm/tahun
Cahaya: Membutuhkan cahaya cukup, dapat tumbuh pada cahaya penuh hingga naungan parsial
Tanah: Gembur, remah dan mudah ditembus rimpang. pH tanah sekitar 5,5–7,0
Drainase: Baik, karena jahe sensitif terhadap genangan
🌍 Penyebaran Tanaman
Jahe berasal dari India dan China Selatan. Tanaman ini kemudian menyebar luas melalui budidaya ke berbagai wilayah Asia, termasuk India, Asia Tenggara dan Indonesia, serta ke Afrika, Karibia, Amerika Latin dan Australia. Di Indonesia, jahe telah dibudidayakan secara luas dan terdapat di berbagai wilayah kepulauan.
🗣️ Nama Lokal
Karo: Bahing
Nias: Lahia
Lampung: Jahi
Madura: Jhai
Internasional: Ginger, Common ginger (Inggris)
🌾 Agroekologi
Jahe merupakan tanaman herba berimpang yang sesuai dengan agroekosistem tropis hingga subtropis yang hangat, lembap dan memiliki ketersediaan air cukup. Tanaman dapat tumbuh dari dataran rendah hingga sekitar 1.500 m dpl, dengan pertumbuhan baik pada tanah gembur, subur, kaya bahan organik dan memiliki drainase baik. Jahe membutuhkan cahaya yang cukup untuk pertumbuhan vegetatif dan pembentukan rimpang, tetapi naungan ringan dapat digunakan pada kondisi tertentu. Genangan air perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko pembusukan rimpang.
🌿 Morfologi
Akar: Berbentuk rimpang, bercabang, tebal, melebar (tidak silindris), berwarna kuning pucat, merah, bersisik, ramping, rasa sangat pedas dan sangat aromatik
Batang: Batang sejati berupa rimpang yang berada di dalam tanah, sedangkan bagian yang terlihat di atas permukaan tanah merupakan batang semu (pseudostem) yang terbentuk dari pelepah daun yang tersusun rapat
Daun: Daunnya tunggal, tersusun berseling pada batang, berbentuk lanset hingga linear-lanset, berwarna hijau dan memiliki pertulangan sejajar
Bunga: Bunga majemuk, berbentuk kerucut, umumnya berwarna hijau dengan bagian mahkota atau bibir bunga berwarna kekuningan hingga bercorak ungu
Buah: Buah kotak, bulat-bulat panjang, cokelat
Biji: Biji bulat berwarna hitam
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui rimpang dari induk berkualitas
Penanaman: Ditanam pada tanah yang telah digemburkan dan diberi bahan organik
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Gingerol, terutama 6-gingerol
Shogaol
Zingerone
Paradol
Gingerdiol
Minyak atsiri
Zingiberene
β-sesquiphellandrene
Citral
💊 Khasiat
Mencegah mual dan muntah akibat mabuk perjalanan
Mengobati radang tenggorokan, batuk
Kolik
Diare
Influenza
Rematik
Pegal
Nyeri punggung dan lambung
Menambah nafsu makan
Cacingan
Meningkatkan daya tahan tubuh
Terapi alzheimer
Antioksidan, antibakteri, antikanker
Antidiabetes, antihiperlipidemia, antihipertensi
🌿 Simplisia
Simplisia jahe berupa rimpang jahe yang telah dibersihkan, dirajang dan dikeringkan. Rimpang kering dapat digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dalam bentuk rajangan, serbuk atau ekstrak.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Rimpang
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk membantu meredakan mual ringan:
✅ Bahan-bahan
Rimpang jahe segar ± 2–3 cm, dicuci bersih
Air ± 250 ml
Madu secukupnya, bila diperlukan
🍵 Cara Penyajian
1. Jahe dicuci bersih dan dimemarkan atau diiris tipis
2. Rebus dengan ±250 ml air selama sekitar 5–10 menit
3. Saring air rebusan
4. Biarkan hingga hangat, kemudian dapat ditambahkan madu secukupnya
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online (POWO).
- European Medicines Agency (EMA) – Zingiberis rhizoma. https://www.ema.europa.eu/en/medicines/herbal/zingiberis-rhizoma
- European Union Herbal Monograph – Zingiber officinale Roscoe, rhizoma, Revision 1 (2025). https://www.ema.europa.eu/en/documents/herbal-monograph/final-european-union-herbal-monograph-zingiber-officinale-roscoe-rhizoma-revision-1_en.pdf
- National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). https://www.nccih.nih.gov/health/ginger
- Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/352



