Kemiri
Kemiri
Kemiri adalah pohon tahunan dari famili Euphorbiaceae yang menghasilkan biji kaya minyak dan banyak dimanfaatkan sebagai rempah, bahan minyak nabati, serta tanaman serbaguna dalam masyarakat tropis.
Aleurites moluccanus (L.) Willd.
Kemiri (Aleurites moluccanus (L.) Willd.) adalah pohon monoecious berumur panjang yang terutama tumbuh pada bioma tropis basah dan saat ini telah tersebar luas melalui budidaya di berbagai wilayah tropis.
🔁 Sinonim
Aleurites ambinux Pers.
Aleurites angustifolius Vieill.
Aleurites commutatus Geiseler
Aleurites cordifolius (Gaertn.) Steud.
🌱 Habitat
Kemiri terutama ditemukan pada hutan tropis, hutan sekunder, daerah terbuka, lereng, tepi sungai dan kawasan yang telah mengalami gangguan, serta sering ditanam di sekitar permukiman. Tanaman mampu tumbuh pada daerah datar hingga lereng curam dan dapat berkembang pada kondisi iklim relatif kering maupun basah selama kebutuhan air dan drainase terpenuhi.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis hingga subtropis lembap dengan musim kemarau yang dapat berlangsung beberapa bulan
Suhu: 18–28°C
Curah hujan: 640–4.290 mm/tahun, dengan rata-rata sekitar 1.940 mm/tahun
Cahaya: Matahari penuh
Tanah: Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah lempung merah, tanah berbatu, tanah berpasir dan tanah kapur. pH tanah 5,0–8,0
Drainase: membutuhkan drainase bebas/baik, tidak menyukai genangan berkepanjangan
🌍 Penyebaran Tanaman
Kemiri berasal dari Maluku, menyebar luas mulai dari India, China, Asia Tenggara, dan banyak dibudidayakan di daerah tropis. Tanaman ini merupakan lambang pohon resmi Hawaii dan dipercaya sebagai pohon serbaguna.
🗣️ Nama Lokal
Lampung: Kemiri, Kemling
Batak: Kembiri, Gambiri, Hambiri
Maluku: Kumiri
Sunda: Muncang
Nias: Buah kareh
Jawa: Miri, Pidekan, Miri
Internasional: Candlenut, Candleberry (Inggris)
🌾 Agroekologi
Kemiri merupakan pohon serbaguna yang sesuai untuk agroforestri, penghijauan, rehabilitasi lahan dan kebun masyarakat. Tanaman dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah dan topografi, termasuk lereng, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kondisi musim kering. Kemiri juga sering ditanam di sekitar desa dan sepanjang jalan sebagai tanaman penghasil buah sekaligus peneduh.
🌿 Morfologi
Akar: Memiliki sistem perakaran berkayu yang berkembang untuk menopang pohon
Batang: Pohon berkayu, tegak, bercabang dengan tajuk melebar. Kulit batang umumnya berwarna abu-abu hingga cokelat dan relatif halus dengan garis-garis vertikal yang indah
Daun: Daun tunggal, tersusun berseling dan bertangkai panjang. Helaian berbentuk bulat telur hingga elips atau segitiga, kadang berlekuk 3–5 lobus, dengan pertulangan menjari
Bunga: Bunga berwarna putih hingga putih kekuningan, beraroma dan tersusun dalam perbungaan bercabang di ujung atau ketiak daun. Kemiri bersifat monoecious, sehingga bunga jantan dan betina terdapat pada satu pohon
Buah: Buah agak bulat telur gepeng, berwarna hijau dengan bulu beludru, berdaging keputihan
Biji: Biji berkulit kasar, hitam, bertempurung keras dan tebal, 2 atau 1 dalam satu buah
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui biji, cangkok, sambung pucuk, okulasi
Penanaman: Tanam pada lahan terbuka dengan cahaya matahari cukup
Panen: Buah dipanen ketika telah matang dan mulai jatuh secara alami
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Asam linoleat
Asam oleat
Asam linolenat
Asam palmitat
Asam stearat
Trigliserida
β-sitosterol
γ-tokoferol
💊 Khasiat
Mengatasi batuk
Sakit kepala
Demam
Diare
Sembelit
Sariawan
Sakit gigi dan keluhan persendian
Penyubur rambut
Obat tumor
Bisul
Kencing nanah
🌿 Simplisia
Simplisia kemiri dapat dibuat dari daun, kulit batang maupun bagian tanaman lain yang digunakan secara tradisional.
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Biji/buah
Minyak biji
Daun
Kulit batang
Bunga
Akar
Kayu
Tempurung
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk membantu meredakan batuk – tradisi Karo:
✅ Bahan-bahan
1 buah kemiri
1 ruas ibu jari kencur
1 sendok teh beras
🍵 Cara Penyajian
1. Bersihkan kemiri dan kencur
2. Campurkan kemiri, kencur dan beras
3. Bahan dikunyah/dihaluskan hingga menjadi campuran
4. Campuran kemudian disemburkan/dibubuhkan pada bagian dada secara tradisional dan dibiarkan beberapa saat
Sumber Pustaka
- Royal Botanic Gardens, Kew – Plants of the World Online (POWO).
- PROSEA – Plant Resources of South-East Asia. Aleurites moluccana — asal, distribusi, pemanfaatan dan penggunaan tradisional. https://prosea.prota4u.org/view.aspx?id=71
- Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/459
- Krisnawati, H., Kallio, M.H. & Kanninen, M. (2011). Aleurites moluccana (L.) Willd.: Ecology, Silviculture and Productivity. CIFOR. — sumber utama untuk ekologi dan silvikultur. https://www.researchgate.net/publication/268079106_Krisnawati_H_Kallio_MH_and_Kanninen_M_2011_Aleurites_moluccana_L_Willd_Ecology_silviculture_and_productivity_CIFOR_Bogor_Indonesia
- CIFOR – Center for International Forestry Research. Profil kemiri dan distribusi geografis serta pemanfaatannya. https://www.cifor.org/id/feature/energi-dari-hutan/aleurites-moluccanus/
- PubMed – Aleurites moluccanus and rheumatoid arthritis model. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30769038/


