Durian Montong
|

Durian Montong

Durian Montong

Durian Montong (sering ditulis Monthong atau Montong) adalah salah satu kultivar populer dari Durio zibethinus (family Malvaceae) yang dikenal karena buahnya berukuran besar, daging tebal, dan aromanya relatif lebih ringan dibanding beberapa kultivar lain.

Nama Latin Kecombrang

Durio zibethinus L

Montong adalah salah satu kultivar klonal dari spesies ini yang banyak ditanam secara komersial di Thailand dan negara-negara Asia Tenggara.

🔁 Sinonim

Monthong, Mon Thong, Montong

🌱 Habitat

Bertumbuh di kawasan tropis basah; biasanya dibudidayakan di kebun, perkebunan, dan agroforestri; pembuahan optimal pada daerah dataran rendah sampai ketinggian sedang di zona tropis.

☀️ Syarat Tumbuh

Iklim: tropis, suhu rata-rata 24–32°C.
Curah hujan: 1.500–3.000 mm/tahun dengan musim kering pendek untuk memicu bunga/fruktifikasi.
Tanah: gembur, dalam, kaya bahan organik; pH ideal 5.0–6.5.
Cahaya: sinar penuh atau teduhan parsial saat muda; pohon dewasa toleran sinar penuh.
Drainase: sangat baik (tidak tahan genangan air); akar sensitif terhadap kelebihan air.
Kebutuhan lain: kelembapan relatif tinggi dan perlindungan terhadap embusan angin kuat saat buah besar.

🌍 Penyebaran Tanaman

Durian berasal dari Asia Tenggara (dipercaya asalnya: Borneo—Sumatra dan Semenanjung Melayu). Kultivar Monthong populer di Thailand dan banyak dibudidayakan di Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan negara tropis lain. Ada klaim sejarah bahwa kultivar Monthong memiliki hubungan dengan material yang dikembangkan/beredar di Indonesia dan kemudian dikomersialkan di Thailand; namun Monthong dikenal luas sebagai varietas unggulan Thailand.

🗣️ Nama Lokal

Thailand: หมอนทอง (Monthong / Mon Thong) — sering diterjemahkan “Golden Pillow”.
Indonesia/Malaysia: Montong / Monthong (penulisan bervariasi), kadang disebut sesuai asal daerah (contoh: Montong Palu).

🌾 Agroekologi

Cocok di agroekosistem tropis dengan musim hujan teratur; sering ditanam dalam kebun monokultur durian atau sistem campuran dengan tanaman pelindung, karet, atau sinar antar pohon; produksi komersial intensif memerlukan manajemen irigasi dan pemupukan teratur.

🌿 Morfologi

Akar: sistem akar tunggang dengan akar serabut lateral; memerlukan tanah dalam.
Batang: berkayu, dapat tumbuh menjadi pohon besar (10–25 m tergantung kultivar/rhizotron & pemangkasan).
Daun: daun tunggal, helaian elips hingga lanset, permukaan mengkilap, hijau gelap.
Bunga: muncul pada cabang besar dan kadang pada batang; berbentuk tubular besar, mekar pada malam hari, sering diserbuki oleh kelelawar/serangga.
Buah: kulit berduri tajam, bentuk bulat sampai lonjong, berat biasanya 2–5+ kg (Monthong cenderung besar); daging buah tebal, berwarna kuning keemasan; biji relatif kecil pada kultivar Monthong.

🌱 Budidaya

Perbanyakan: vegetatif (cangkok, okulasi/grafting) untuk mempertahankan sifat kultivar unggul; penanaman dari biji menghasilkan variabilitas.
Jarak tanam: umum 8×8 m atau 10×10 m tergantung intensitas dan manajemen.
Pemupukan: pupuk NPK seimbang + bahan organik; aplikasi disesuaikan umur pohon dan hasil panen.
Pengairan: teratur saat musim kemarau; drainase baik saat musim hujan.
Pemangkasan & penyangga: pangkas untuk bentuk pohon dan tambahkan penyangga/penopang pada cabang berbuah berat.
Pengendalian penyakit/hama: waspadai Phytophthora (busuk akar), kumbang, ulat; praktik sanitasi, pengendalian organisme tanah, dan fungisida jika perlu.
Panen: umumnya 3–4 bulan setelah bunga; kultivar Monthong sering dipanen saat buah matang fisiologis — panen manual atau dengan penangkapan buah.

⚗️ Kandungan Bahan Kimia

Durian secara umum mengandung karbohidrat (gula), lemak, protein, serat, vitamin (termasuk vitamin C), mineral (K, Mg), serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, dan karotenoid; penelitian menunjukkan variasi kandungan antar kultivar dan tingkatan kematangan — studi khusus melaporkan Monthong memiliki tingkat polifenol, flavonoid, dan vitamin C yang tinggi pada tahap matang/overripe.

💊 Khasiat

Secara tradisional dikonsumsi sebagai buah energi (kaya kalori) dan sumber vitamin/mineral.
Bukti ilmiah awal (in vitro / hewan) menunjukkan ekstrak durian mengandung antioksidan dan berpotensi menurunkan gula darah dan kolesterol pada model hewan; namun bukti klinis manusia masih terbatas. Jangan menganggap ini sebagai anjuran medis.

🌿 Simplisia

Bahan simplisia komersial dari durian tidak umum sebagai obat standar; bagian yang sering diproses: daging buah (dibekukan, dikeringkan untuk pasta), biji (setelah dimasak/diolah) sebagai makanan. Perlu kehati-hatian: biji mentah mengandung zat yang bisa berpotensi toksik jika tidak dimasak.

🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan

Daging buah (paling utama) — juga biji dimanfaatkan setelah dimasak/diolah; daun/kulit buah jarang dipakai secara luas untuk tujuan konsumsi, namun kulit buah/daun kadang digunakan lokal untuk keperluan non-makanan atau sebagai bahan kompos.

🌿Ramuan Tradisional

Catatan: penggunaan tradisional sangat lokal dan tidak selalu dibuktikan secara ilmiah. Berikut contoh yang dilaporkan secara anekdot/tradisional (bukan saran medis):

Ramuan/produk fermentasi: tempoyak (daging durian difermentasi) digunakan dalam masakan tradisional (Malaysia/Indonesia) — bukan ramuan obat.
(Tidak ada klaim terapeutik kuat; untuk kondisi kesehatan, konsultasikan tenaga medis.)

Ramuan untuk meningkatkan energi / nafsu makan: konsumsi daging buah durian segar bersama makanan berkarbohidrat (tradisi kuliner, bukan obat).

Bahan-bahan

– Tempoyak sederhana: daging durian matang + garam (fermentasi beberapa hari).
– Olahan manisan/pasta: daging durian + gula + pengental sesuai resep.

🍵 Cara Penyajian

– Dimakan segar saat matang; diolah menjadi es krim, pasta durian, pancake, kue, atau tempoyak.
– Biji: dimasak (direbus/ditumis/panggang) sebelum dikonsumsi.

Sumber Pustaka

  • Durian — Wikipedia (ringkasan taksonomi, kultivar, asal, dan penggunaan). Wikipedia
  • The Beginner’s Guide to Thai Durians — Thai Embassy / tourism info (keterangan Monthong sebagai kultivar populer di Thailand). thaishanghai.thaiembassy.org
  • Montong Durian Information and Facts — Specialty Produce (profil kultivar Monthong / Montong). Specialty Produce
  • Aziz, N.A.A. et al., “Bioactive Compounds, Nutritional Value, and Potential Health Benefits of Durian” — review di PubMed Central (NCBI). PubMed Central
  • Khaksar, G. et al., “Durian (Durio zibethinus L.): Nutritional Composition,…” — MDPI (2024) (studi kandungan & sifat antioksidan antar kultivar). MDPI

Similar Posts

  • |

    Jambu Kristal

    Jambu Kristal Jambu Kristal adalah salah satu kultivar jambu biji (family Myrtaceae) yang dikenal daging buahnya tebal, renyah, dan hampir tidak berbiji. Nama Latin Kecombrang Psidium guajava L. var. ‘Kristal’ Psidium guajava L. var. ‘Kristal’ — salah satu varietas/kultivar guava dengan daging buah putih-hijau yang renyah dan jumlah biji sangat sedikit dibandingkan varietas biasa. 🌿Ramuan…

  • |

    Lemon Mhyrtle

    Lemon Mhyrtle Lemon Mhyrtle adalah pohon evergreen dari famili Myrtaceae yang terkenal karena daun beraroma kuat seperti lemon dan bunga putih berbulu. Nama Latin Kecombrang Backhousia citriodora F.Muell. Backhousia citriodora F.Muell. — spesies Myrtaceae, sumber minyak atsiri kaya citral yang digunakan secara luas dalam industri makanan, farmasi, dan kosmetik. 🌿Ramuan Tradisional Ramuan untuk mengatasi sakit…

  • |

    Saga Rambat

    Saga Rambat Saga rambat adalah tanaman merambat dari famili Fabaceae (polong-polongan) yang dikenal karena bijinya yang berwarna merah-hitam mencolok dan kandungan toksin kuat. Nama Latin Saga Rambat Abrus precatorius L. Saga rambat (Abrus precatorius L.) adalah liana / perdu merambat yang menghasilkan polong berisi beberapa biji keras berwarna merah dengan bercak hitam, banyak dipakai sebagai hiasan (manik),…

  • |

    Kunyit Hitam

    Kunyit Hitam Tanaman Kunyit Hitam adalah salah satu varietas langka dari keluarga kunyit (Curcuma), yang memiliki khasiat luar biasa dan berwarna hitam keunguan pada bagian rimpangnya. Nama Latin Kunyit HITAM Curcuma caesia Roxb. Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) banyak ditemukan di India, Thailand, dan mulai dibudidayakan di Indonesia. Hutan sekunder, lahan basah, kebun pekarangan dan…

  • |

    Flamboyan

    Flamboyan Flamboyan adalah pohon hias dari family Fabaceae (subfamili Caesalpinioideae) Nama Latin Delonix regia (Bojer ex Hook.) Raf. Delonix regia (Bojer ex Hook.) Raf.: pohon tropis daun majemuk dengan bunga besar dan warna mencolok, anggota Fabaceae. 🌿Ramuan Tradisional Ramuan untuk mengobati luka: Sumber Pustaka Post Views: 229

  • |

    Alang-Alang Merah

    Alang-Alang Merah Alang-alang merah adalah rumput hias berbentuk rumpun dari famili Poaceae dengan bunga berwarna merah/burgundy yang sering digunakan sebagai tanaman lanskap. Nama Latin Alang-Alang Merah Pennisetum setaceum (Forssk.) Chiov. Alang-alang merah (Pennisetum setaceum (Forssk.) Chiov.) adalah tanaman rumput perenial dari suku Poaceae yang tumbuh dalam rumpun dan memiliki bunga berbulu panjang berwarna merah-ungu, sering…