Keladi Ekor Pari
Keladi Ekor Pari
Keladi ekor pari adalah kultivar hias dari suku Araceae yang memiliki helai daun menyerupai bentuk ikan pari dengan “ekor” memanjang yang unik.
Sumber: NParks https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.nparks.gov.sg%2Fflorafaunaweb%2Fflora%2F1%2F6%2F1639&psig=AOvVaw02D6XgjT620yo2dytVZhCK&ust=1764232250371000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCPD_64S0j5EDFQAAAAAdAAAAABBC
Sumber: Aroidpedia https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.aroidpedia.com%2Fjournal%2Falocasia-macrorrhizos-stingray%3Fsrsltid%3DAfmBOoqGL9QVlUAJNTDK_oLsaGQWt_R9sNSDpeeiyfDd4J2RZ1IxzvfL&psig=AOvVaw02D6XgjT620yo2dytVZhCK&ust=1764232250371000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCPD_64S0j5EDFQAAAAAdAAAAABBO
Sumber: PictureThis https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.picturethisai.com%2Fid%2Fwiki%2FAlocasia_macrorrhizos__Stingray_.html&psig=AOvVaw02D6XgjT620yo2dytVZhCK&ust=1764232250371000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBUQjRxqFwoTCPD_64S0j5EDFQAAAAAdAAAAABAi
Alocasia macrorrhizos ‘Stingray’
Keladi ekor pari (Alocasia macrorrhizos ‘Stingray’) adalah kultivar dari A. macrorrhizos dengan ciri morfologi daun termodifikasi yang khas sehingga populer sebagai tanaman koleksi dan lanskap tropis.
🔁 Sinonim
Alocasia macrorrhizos (L.) G.Don
Alocasia cordifolia (Bory) Cordem.
Alocasia gigas Chantrier ex André
🌱 Habitat
Hutan hujan tropis dataran rendah–menengah, tepi sungai, area lembap dan teduh.
☀️ Syarat Tumbuh
Iklim: Tropis lembap
Curah hujan: 1.500–2.500 mm/tahun
Tanah: Gembur, kaya humus, pH 5,5–6,8
Cahaya: Terang tidak langsung (naungan parsial)
Drainase: Baik (hindari genangan)
Suhu ideal: 22–30°C
Kelembapan: 65–90%
🌍 Penyebaran Tanaman
Berasal dari Asia Tenggara dan Pasifik Barat, kultivar ‘Stingray’ dikembangkan secara hortikultura dan telah menyebar sebagai tanaman hias internasional.
🗣️ Nama Lokal
–
🌾 Agroekologi
Tumbuh optimal di dataran rendah–menengah (0–800 mdpl) dengan cahaya tersaring, tanah lembap subur, dan suhu stabil.
🌿 Morfologi
Akar: Serabut dari rimpang berbentuk umbi
Batang: Pendek, berumpun
Daun: Besar, menyerupai pari dengan “ekor” panjang, warna hijau mengilap
Bunga: Seludang (spatha) dan tongkol (spadix) khas Araceae, jarang muncul pada budidaya
Buah: Jarang terbentuk, berupa beri kecil
Biji: Kecil, jarang dijumpai pada budidaya
🌱 Budidaya
Perbanyakan: Melalui pemisahan anakan
Penanaman: Media tanah daun + kompos + pasir (2:1:1)
⚗️ Kandungan Bahan Kimia
Kristal kalsium oksalat (raphida)
Alkaloid sederhana
Senyawa fenolik
💊 Khasiat
Sebagai tanaman hias
Mengurangi bengkak
Antiseptik ringan
🌿 Simplisia
Umbi/dedaunan kering (jarang digunakan, terbatas pada pemakaian etnomedisin).
🧩 Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan
Umbi dan daun (umumnya pemakaian luar).
🌿Ramuan Tradisional
Ramuan untuk mengatasi bengkak ringan:
✅ Bahan-bahan
Umbi kecil Alocasia (sangat sedikit)
Air kapur sirih
🍵 Cara Penyajian
1. Umbi dicuci, ditumbuk halus
2. Campur sedikit air kapur
3. Oleskan tipis pada area bengkak
4. Bilas setelah 10–15 menit
Sumber Pustaka
- Plants of the World Online – Alocasia macrorrhizos https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:83379-1
- World Flora Online – Alocasia macrorrhizos https://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000287673
- Royal Botanic Gardens, Kew – Araceae Overview https://www.kew.org/science/collections-and-resources/data-and-tools/plant-families/araceae
- University of Florida IFAS – Alocasia Growing Guide https://gardeningsolutions.ifas.ufl.edu/plants/ornamentals/alocasia.html
- NIH / PubMed – Araceae calcium oxalate toxicity https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24081462/
